Timnas Indonesia Mengecewakan

Judi Online
On March 31, 2015 by BintangBola

Judi Online

Judi Online – Timnas Indonesia Mengecewakan,

Alih-alih ingin memberikan hiburan setelah kalah dari Kamerun, Timnas Indonesia justru tampil mengecewakan kontra Myanmar, Senin (30/3/2015) petang. Hanya mampu menang tipis 2-1, Indonesia juga harus dibantu dua gol berbau keberuntungan.

Gol Raphael Maitimo menit 59′ sesungguhnya di luar kesengajaan. Bola silang dari Hasim Kipuw, membentur Zulham Zamrun dan Raphael Maitimo, sebelum membentur kaki kiper Myanmar Vanlal Hrual dan berbelok ke gawang. Pun, gol yang dilesakkan Cristian Gonzales menit 74′.

Gonzales kebetulan ‘menemukan’ bola liar yang lepas dari penguasaan pemain belakang Myanmar dan tinggal menendang ke arah gawang. Buruknya penyelesaian akhir lini depan masih ditambah longgarnya pertahanan hingga kebobolan gol David Htan pada menit 86′.

Melihat statistik, Indonesia sangat buruk dalam pemanfaatan peluang. Setidaknya ada 16 kesempatan mencetak gol sepanjang laga dan hanya dua yang bisa dikonversi mejadi gol. Padahal Indonesia menurunkan penyerang-penyerang terbaik.

Ada Ferdinand Sinaga sebagai pemain terbaik Indonesia Super League (ISL) 2014, Cristian Gonzales yang tak henti menciptakan gol sepanjang pra musim 2015, serta striker langganan top scorer Boaz Solossa. Sayang naluri mereka entah menguap ke mana ketika bentrok dengan Myanmar.

Terutama Ferdinand Sinaga yang selalu salah dalam mengambil keputusan. Jangankan mengarahkan bola ke gawang, bahkan menyodorkan umpan juga sering salah. Gonzales melewatkan dua bola yang mampir ke kepalanya dan itu sangat tidak biasa.

Bayu Gatra yang menjadi penampil terbaik pada paruh pertama, tak bisa diteruskan Tantan pada fase kedua. Aliran bola yang sebelumnya didominasi kaki Bayu Gatra, beralih ke Zulham Zamrun di sirip kiri. Sayang perubahan itu tak banyak membawa perubahan.

Penurunan kualitas terlihat jelas di lini pertahanan. Duet Victor Igbonefo dan Bio Paulin hanya sekadar sangar dan kekar, tapi tidak cekatan dalam antisipasi. Bio masih terlihat canggung, sedangkan Victor dua kali kecolongan, salah satunya menjadi gol Myanmar.

Terlepas dari dua gol yang terjadi di babak kedua, secara umum sebenarnya tak mengalami progres meyakinkan. Timnas beruntung kompetisi ISL belum bergulir sehingga masih bisa dijadikan dalih buruknya performa selama uji coba di Gelora Delta.

Judi Online

“Satu hal yang pasti, kami sangat lemah dalam penyelesaian akhir. Tim sudah bermain ofensif, membuka banyak peluang, tapi hanya dua gol yang tercipta. Sangat jelas pemain kurang tenang dalam melakukan finishing,” ujar Asisten Pelatih Timnas Indonesia Widodo C Putro.

Widodo mengakui tak konsistennya performa Indonesia salah satunya disebabkan belum bergulirnya kompetisi reguler. Itu membawa pengaruh bagi pemain, yakni dengan belum mapannya fisik yang berimbas pada konsentrasi pemain di lapangan.

Goyahnya konsentrasi juga menjadi biang terjadinya gol Myanmar ke gawang Made Wirawan. “Saat Bio Paulin cedera dan keluar lapangan, terlihat pemain lainnya kurang antisipatif sehingga Myanmar mencuri gol,” demikian analisa Widodo C Putro.

Sementara Pelatih Myanmar Radojko Avramovic mengakui timnya kesulitan menghadapi gempuran pemain-pemain Indonesia. Ketika Indonesia dalam situasi buntu, menurutnya Myanmar idealnya bisa mengejutkan. Namun yang terjadi justru kecolongan dua gol melalui kesalahan lini belakang.

“Gol Indonesia adalah kesalahan pemain kami sendiri. Seharusnya kami bisa menciptakan minimal dua gol karena ada kesempatan bagus di babak kedua. Kami tahu Indonesia tidak sedang dalam fokus terbaik. Sayang kami kehabisan waktu saat berhasil memperkecil skor,” terang Radojko.

Bintangbola

BintangBola | 338Poker
Customer Satisfaction is Our Main Concern

BBM : 2A3AF1B1
WhatsApp : +855 9696 23232
WeChat : Bintangbola
YM : csbintangbola |csbintangbola2
Facebook : bintangbola
Twitter : @bintang_bola
Google+ : +BintangBola