Pemain yang Tetap Bersinar meski Berubah-ubah Posisi

Agen Bola
On July 20, 2015 by KampusBet
Agen Bola

Pemain yang Tetap Bersinar meski Berubah-ubah Posisi

 

Judi Online – Pemain yang Tetap Bersinar meski Berubah-ubah Posisi ,

Sepakbola modern menuntut pemain dan pelatih harus terus beradaptasi terhadap berbagai perubahan terkait pemakaian taktik sampai teknologi tertentu. Bagi pemain, sepakbola modern membuat mereka mau tak mau menjalani lebih dari satu peran di lapangan. Jika tak sanggup, apalagi tak mau, siap-siap tersingkir dari skuad, kecuali bila memiliki skill di atas rata-rata seperti Lionel Messi.

Mengutip dari 90min.com, berikut ini beberapa pemain genius yang mampu terus bersinar meski sering berganti posisi sepanjang karier:

 

Kampusbet

1. Lothar Matthaus

Lothar Matthaus adalah contoh ideal dari seorang pemain serbabisa. Meski memiliki tinggi hanya 174 sentimeter, Matthaus sukses menjadi seorang bek tengah yang tangguh, sekaligus gelandang box to box yang taktis dan kuat.

Pemain kelahiran Erlangen, Jerman, 21 Maret 1961, itu pernah ikut membawa Timnas Jerman menjuarai Piala Dunia 1990 dan membantu Bayern Munich berjaya di tingkat domestik dan Eropa selama dekade 1980 hingga 1990.

Skema 3-5-2 yang mengharuskan adanya peran sweeper di lini belakang menjadi awal mula Matthaus bersinar. Namun, pemain yang kuat di kaki kanan dan kiri itu tidak gagap jika harus dimajukan, mulai gelandang bertahan sampai box to box midfielder yang membutuhkan kecerdasan dan mobilitas tinggi.

2. Thierry Henry

Thierry Henry adalah contoh sahih pemain dengan karakter winger bisa lebih sukses saat ditarik menjadi striker tengah. Memiliki kecepatan dan kecerdasan, Henry tidak sukses saat bermain sebagai penyerang sayap ketika membela Juventus.

Namun, ceritanya berbeda saat ia berseragam Arsenal. Arsitek The Gunners, Arsene Wenger, menugaskan Henry bermain sebagai penyerang tengah saat hijrah ke Highbury, markas Arsenal saat itu. Hasilnya, Henry menjelma menjadi salah satu striker terhebat di dunia yang memiliki ciri khas kecepatan berlari, dribbling, timing, dan akurasi shooting yang tinggi.

 

Agen Bola | Judi Online | Bandar Bola | Agen Casino

3. Andrea Pirlo

Andrea Pirlo terkenal sebagai deep-lying playmaker terbaik di dunia selama 10 tahun terakhir. Posisi yang berada di depan para bek yang identik dengan peran gelandang bertahan, namun kenyataannya mengatur permainan tim, seperti mengatur arah bola, menahan bola, sampai memberikan umpan-umpan terukur ke pertahanan lawan.

Pirlo sukses menjadi deep-lying playmaker karena kecerdasannya membaca gaya permainan lawan dan melepaskan umpan-umpan yang akurat. Meski tidak cepat, gaya permainan Pirlo yang taktis cocok dengan fungsinya sebagai deep-lying playmaker.

Padahal di awal karier, Pirlo adalah seorang playmaker atau penyerang lubang di belakang dua striker. Peran yang ia lakukan saat membela Brescia mulai 1995 hingga Inter Milan pada 1998. Namun saat hijrah ke AC Milan pada 2001, Carlo Ancelotti yang menciptakan Pirlo menjadi deep-lying playmaker.

4. Bastian Schweinsteiger

Pemain yang tadinya bek kiri lalu menjadi gelandang sayap dan gelandang serang, kemudian “diciptakan” Van Gaal menjadi seorang gelandang bertahan dan lebih sukses. Schweini konsisten menampilkan permainan kelas atas selama memerankan semua posisi itu.

Hasilnya adalah puluhan trofi juara bergengsi di level klub hingga juara dunia bersama Jerman menjadi bagian sejarah kekasih petenis Ana Ivanovic tersebut.

Kampusbet | Jendralpoker
Kami ada karena Anda

BBM : 2AE11015
SMS : +62 8788 7980 368
WhatsApp : +855 8731 8883
WeChat : KampusBet
YM : CSKampusbet@yahoo.com
Facebook : kampusbet
Twitter : Kampusbet
Google+ : Kampusbet