Juventus Masih Menakutkan (Bagian 1)

Agen Bola
On August 19, 2015 by KampusBet
Agen Bola

Juventus Masih Menakutkan (Bagian 1)

 

Judi Online – Juventus Masih Menakutkan (Bagian 1) ,

JUVENTUS menatap Serie A 2015-2016 dengan optimisme tinggi. Pelatih Bianconeri, Massimiliano Allegri, menargetkan timnya meraih trofi Scudetto sekaligus memastikan gelar kelima secara beruntun di kasta tertinggi sepakbola Italia tersebut.

“Musim ini target kami meraih Scudetto. Kami memiliki peluang untuk mencetak sejarah dan meraih gelar kelima secara beruntun,” jelas Allegri seperti mengutip dari Football Italia.

Jika mampu meraih Scudetto pada musim ini, Juve akan menyamai prestasi yang pernah dibuat pendahulunya pada era 1930-an. Saat itu, Raimundo Orsi dan kawan-kawan sukses membawa La Vecchia Signora menjadi yang terkuat di Italia selama lima musim beruntun pada 1931-1935.

Selain bisa menyamai seniornya, Paul Pogba dan kawan-kawan bakal mengimbangi kesuksesan sang rival, Inter Milan. Sekadar informasi, La Beneamata menjadi tim pertama di era millenium baru yang menjadi kampiun Serie A lima tahun berturut-turut. Mereka melakukannya pada 2006 (hibah dari Juve karena terlibat skandal Calciopoli) hingga 2010.

Namun, tak mudah dalam merealisasikan hal tersebut, mengingat Juve ditinggalkan beberapa pemain yang menjadi kunci permainan tim meraih kejayaan dalam empat musim terakhir. Andrea Pirlo dan Arturo Vidal sebagai pengatur serangan dan keseimbangan Juve telah hengkang ke New York City FC serta Bayern Munich. Sementara Carlos Tevez yang merupakan top skor tim dalam dua musim ke belakang memutuskan balik ke klub idola masa kecilnya, Boca Juniors.

Untuk menambal kepergian mantan bintangnya tersebut, Juve bergerak aktif pada bursa transfer kali ini. Tim peraih 31 kali Scudetto itu sukses mengamankan Paulo Dybala dari Palermo, Mario Mandzukic (Atletico Madrid), Simone Zaza (Sassuolo), Sami Khedira (Juventus) Daniele Rugani (Empoli) dan Neto (Fiorentina).

Geliat transfer yang ditunjukkan Juve sebenarnya berjalan positif. Sekadar diketahui, rival utama mereka seperti AS Roma, Inter Milan dan AC Milan juga melakukan hal yang sama dengan mendatangkan personel baru berkualitas.

Namun, bukan berarti datangnya pemain baru ke klub-klub teras Serie A langsung otomatis membawa mereka meraih kejayaan dalam waktu singkat. Dibutuhkan adaptasi bagi pemain baru guna meraba lebih jauh kekuatan klub anyarnya tersebut.

Dengan demikian, Juve yang memiliki skuad lebih matang karena telah menyatu dan sudah terbukti dalam empat musim terakhir bakal lebih diunggulkan untuk meraih trofi Scudetto ke-32 sekaligus kelima secara beruntun pada akhir musim 2015-2016.

 

 

Kampusbet

Dihantui Rekor Buruk

Allegri ditunjuk manajemen Juve untuk menggantikan Antonio Conte yang memilih mundur dari jabatannya pada musim panas 2014. Awalnya, sebagian fans Juve tak setuju dengan keputusan manajemen memilih Allegri sebagai suksesor Conte yang sukses memberikan tiga trofi Scudetto bagi tim kesayangannya.

Saat itu, fans Juve menganggap Allegri sebagai pelatih medioker. Meski meraih trofi Scudetto bersama AC Milan pada 2010-2011, allenatore berusia 48 tahun itu dianggap beruntung saat itu karena Rossoneri diperkuat pemain bintang kelas dunia seperti Zlatan Ibrahimovic dan Robinho.

Namun, pelatih kelahiran Livorno, Italia itu sanggup menjawab kritik. Ia sukses membawa Juve berjaya di ajang Serie A dan Coppa Italia. Selain itu, Allgeri juga berhasil membawa Gianluigi Buffon dan kawan-kawan melaju ke final Liga Champions meski akhirnya dikalahkan Barcelona 1-3.

Sekarang yang menjadi tantangan bagi Allegri ialah, sanggupkah ia memutus rekor buruk dirinya yang selalu gagal membuat prestasi memukau di musim kedua kepelatihannya di suatu klub.

Sekadar informasi, Allegri selalu dihantui kegagalan semenjak melatih Cagliari pada 2008-2009. Sukses membawa Rossoblu – julukan Cagliari – finis di posisi sembilan Serie A, membuat Allegri dianugerahi pelatih terbaik di akhir musim 2008-2009.

Namun, nasib berbeda dialaminya pada musim keduanya berada di Sant’Elia. Allegri dipecat di paruh kedua musim 2009-2010 karena gagal membawa Cagliari meraih kemenangan dalam sembilan laga beruntun dan digantikan Giorgio Melis.

Begitu juga saat melatih Milan. Sukses membawa II Diavollo Rosso menjadi yang terbaik di Italia pada 2010-2011, Allegri hanya sanggup mengantarkan Milan ke posisi dua Serie A 2011-2012 di bawah Juventus yang menjadi kampiun untuk pertama kali setelah kasus Calciopoli.

Untuk itu, musim kedua Allegri bersama Juve bisa dijadikannya sebagai momen pembuktian bahwa ia bisa memutus rekor buruk tersebut. Sekaligus menjadikannya sebagai salah satu pelatih papan atas Italia semacam Giovanni Trapattoni, Arigo Sacchi, Fabio Capello, Marcelo Lippi, Carlo Ancelotti dan Conte.

 

Agen Bola | Judi Online | Bandar Bola | Agen Casino

Sosok Kunci

Kepergian Pirlo dan Vidal praktis mengurangi kekuatan lini tengah Juventus. Meski mereka baru mendatangkan Sami Khedira di posisi tersebut, Juve tak bisa memakai jasa gelandang Timnas Jerman itu karena harus absen hingga dua bulan akibat cedera paha.

Melihat ketiadaan Pirlo dan Vidal, praktis lini sentral Juve akan terpusat ke satu nama, yakni Paul Pogba. Gelandang berpaspor Prancis itu muncul menjadi kekuatan Juve sejak didatangkan dari Manchester United pada musim panas 2012 dengan status bebas transfer.

Permainannya semakin meningkat dari musim ke musim. Puncaknya terjadi pada musim lalu, ia sukses tampil di 26 laga Serie A dengan delapan gol dan tiga assists. Sejatinya catatan itu bisa lebih baik jika saja Pogba tak mengalami cedera panjang pada paruh kedua musi.

Selain itu, jelang tampil di kompetisi 2015-2016, nama Pogba menjadi sorotan dunia. Bukan terkait ketertarikan banyak klub besar dunia, melainkan kepercayaan yang diberikan Juve kepadanya untuk mengenakan nomor keramat tim, yakni 10.

Nomor itu sebelumnya dikenakan pemain bintang La Vecchia Signora seperti Michel Platini, Roberto Baggio, Alessandro Del Piero hingga Carlos Tevez. Kepercayaan besar yang diberikan klub kepadanya harus dijawab tuntas pemuda berusia 22 tahun, bukannya malah dijadikan beban.

Dengan bermain lepas ditambah bantuan dari rekan-rekan setim, bukan tak mungkin Juve bakal mempertahankan trofi Serie A dan Coppa Italia. Dan satu lagi, trofi si Kuping Besar yang tak kunjung masuk rak piala Juve dalam kurun hampir 20 tahun terakhir bakal segera mampir di akhir musim 2015-2016 jika Pogba beserta personel Juve lainnya konsisten menjaga level permainan tetap tinggi.

Perkiraan susunan starting line-up Juventus musim 2015-2016 (3-5-2): Gigi Buffon; Andrea Barzagli, Leonardo Bonucci, Giorgio Chiellini; Patrice Evra, Stephan Lichtsteiner, Claudio Marchisio, Paul Pogba, Stefano Sturaro; Paulo Dybala, Mario Mandzukic

 

Kampusbet | Jendralpoker
Kami ada karena Anda

BBM : 2AE11015
SMS : +62 8788 7980 368
WhatsApp : +855 8731 8883
WeChat : KampusBet
YM : CSKampusbet@yahoo.com
Facebook : kampusbet
Twitter : Kampusbet
Google+ : Kampusbet