Month: November 2019

post image

Berita Bola,  Pemecatan Emery Bikin Mourinho Rasakan Deja Vu

Pelatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho, ikut menyatakan kesedihannya saat melihat rekannya sesama pelatih, Unai Emery mengalami pemecatan. Pelatih berpaspor Spanyol itu harus angkat kaki, setelah Arsenal memberhentikan jabatannya sebagai pelatih pada Jumat 29 Desember 2019.

Dukungan pun keluar dari mulut Mourinho yang ikut sedih mendengar kabar pemecatan Emery. Sebagai pelatih yang pernah mengalami nasib serupa, Mourinho sangat memahami apa yang sedang dirasakan Emery.

Mourinho sendiri seperti merasakan deja vu ketika ia mengalami pemecatan dalam kariernya sebagai pelatih. Terakhir, sebelum ia melatih Tottenham, Mourinho pun mengalami nasib serupa ketika Man United memutuskan jabatannya dari kursi pelatih pada akhir 2018.

Baca Juga :

Klasemen Liga 1 2019 hingga Pekan Ke-29

“Itu selalu menjadi berita buruk. Saya merasakannya seabagi anak ketika ayah saya dipecat sebagai manajer, saya merasakannya sendiri ketika saya telah dipecat sebelumnya. Tidak ada satu pelatih pun yang dipecat membuat saya senang. Saya selalu merasakan situasi deja vu,” ungkap Mourinho, mengutip dari Panduan Bermain Judi.

Meski begitu, Mourinho tetap memberi dukungan kepada Emery untuk kembali ke ruang istirahat. Mourinho pun yakin, Emery takkan membutuhkan waktu yang lama untuk segera mendapat pekerjaan baru karena kualitas yang dimiliki.

Jose Mourinho

“Jadi saya sedih untuk itu tetapi itulah namanya hidup. Unai adalah pelatih yang fantastis. Sedikit istirahat dan klub besar lain akan datang untuknya dan kariernya akan kembali ke jalurnya lagi. Jadi tidak ada drama, hidup harus terus berjalan dan Anda akan mendapatkan klub lain,” pungkasnya – Kamus Judi.

post image

Berita Bola,  Klasemen Liga 1 2019 hingga Pekan Ke-29

LIGA 1 2019 baru saja merampungkan pekan ke-29 pada Kamis 28 November 2019. Pada hari itu tercatat ada empat laga yang berlangsung dan hasilnya membuat papan klasemen kompetisi tersebut semakin menarik.

Seperti halnya kemenangan 3-2 Bali United atas Persib Bandung pada Kamis 28 November 2019 malam WIB kemarin membuat tim asuhan Stefano Cugurra itu semakin kukuh di puncak klasemen sementara Liga 1 2019. Berkat tiga poin dari kemenangan atas Persib, Bali United pun kini sudah mengoleksi 60 poin

Bahkan menurut Panduan Bermain Judi, berkat kemenangan atas Persib itu juga kini Bali United tinggal mengumpulkan satu poin lagi untuk bisa memastikan diri menjadi juara Liga 1 2019. Sebab meski pertandingan masih menyisakan lima laga lagi, namun jika perolehan poin Bali United menjadi 61, maka tidak ada klub lain yang bisa menggusur mereka dari peringkat pertama.

Baca Juga :

Henderson Akui Liverpool Kesulitan untuk Tembus Pertahanan Napoli

Hal itu dikarenakan di pekan ke-29, Borneo FC yang berada di posisi kedua hanya bisa mengumpulkan 45 poin saja. Andai kata Borneo bisa melibas lima laga tersisa dengan kemenangan, maka total poin maksimal yang bisa diraih mereka hanyalah 60 saja. Jadi, sebab itulah Bali United hanya membutuhkan satu poin untuk menjadi jawara Liga 1 2019.

Lalu untuk di posisi ketiga masih ditempati oleh Persipura Jayapura. Kekalahan 0-1 dari Persija Jakarta membuat Persipura gagal menggusur Borneo dari posisi kedua. Persipura pun memiliki jumlah poin yang sama, yakni 44 poin, dengan Madura United yang berada peringkat keempat.

Kemudian PSM Makassar dan Arema FC terus membuntuti posisi empat besar dari peringkat kelima dan keenam. Persib yang baru saja kalah dari Bali United harus rela tertahan di posisi ke delapan, sementara Persija yang menang naik ke peringkat ke-11.

Sementara untuk zona degradasi, Semen Padang, Kalteng Putra, dan Badak Lampung FC, masih menjadi tim terbawah. Namun, peluang mereka untuk terlepas dari zona berbahaya itu masih terbuka lebar karena jarak poin ke klub yang berada di urutan ke-15 sampai 14 sangat tipis – Kamus Judi.

post image

Berita Bola,  Henderson Akui Liverpool Kesulitan untuk Tembus Pertahanan Napoli

Kapten Liverpool, Jordan Henderson, mengaku timnya sangat kesulitan saat menghadapi Napoli di Stadion Anfield pada Kamis (28/11/2019) dini hari WIB. Karena kesulitan itu, imbang 1-1 pun menjadi hasil terbaik yang bisa didapatkan Liverpool dari laga matchday kelima Grup E Liga Champions 2019-2020 tersebut.

Henderson akui sedikit kecewa dengan hasil tersebut. Sebab andai saja Liverpool menang, maka The Reds –julukan Liverpool– bisa langsung lolos ke babak 16 besar Liga Champions 2019-2020.

Jordan Henderson saat membela Liverpool

Akan tetapi, pada kenyataannya Liverpool tak bisa menang atas Napoli. Bahkan Liverpool hampir saja kalah dari Napoli jika saja Dejan Lovren tak mencetak gol penyeimbang di menit ke-65. Sebab jika Lovren tak mencatatkan namanya di papan skor, maka Liverpool bakal 0-1 dari Napoli.

Baca Juga :

Cara Juventus Ramaikan Hari Guru Nasional

Jadi, Henderson tetap mensyukuri hasil imbang 1-1 tersebut. Menurutnya Napoli pada dini hari tadi memang bermain sangat baik. Terutama dalam hal pertahanan, di mana para pemain Liverpool benar-benar dibuat stres untuk mencetak gol kedua.

“Kami ingin menang malam ini untuk menyelesaikan semuanya (lolos ke 16 besar). Namun, Napoli membuatnya menjadi sulit. Mereka tim yang bagus dengan pemain yang hebat,” terang Henderson, dikutip dari Panduan Bermain Judi.

“Ada kalanya kami bermain baik. Padahal kami sedang mencari gol yang kedua, namun kami gagal menciptakannya. Di babak kedua kami pikir seharusnya ada yang menang,” tutupnya – Kamus Judi.

post image

Berita Bola,  Cara Juventus Ramaikan Hari Guru Nasional

JUVENTUS punya cara tersendiri untukmeramaikan perayaan Hari Guru Nasional yang jatuh pada Senin 25 November 2019 kemarin. Dalam akun media sosial Twitter, akun @Juventusfcid kembali mengingatkan video seorang guru asal Indonesia bernama Husnul Khotimah yang sempat viral pada 2017 kemarin.

Husnul Khotimah adalah seorang guru Sekolah Dasar (SD) yang jadi penggemar Paulo Dybala. Pada 2017 kemarin menurut Panduan Bermain Judi, selebrasi ‘Dybala mask’ sedang viral di jagat maya. Husnul Khotimah pun tidak mau ketinggalan untuk menirukan selebrasi idolanya.

Wanita berhijab itu kemudian mengajak murid-muridnya untuk berpose bersama sambil menunjukkan gestur Dybala mask.

Baca Juga :

Vieira Nilai Pemecatan Emery Takkan Selesaikan Masalah Arsenal

Melalui akun Twitter mereka yang berbahasa Indonesia, Bianconeri memberikan ucapan selamat bersama dengan tayangan video seorang guru bernama Husnul Khotimah.

Aksi Husnul Khotimah menjadi viral setelah mendapat perhatian dari pemain idolanya tersebut. Dybala bahkan memberikan video tanggapan langsung.

Paolo Dybala

“Masih ingat dengan guru SD yang sempat viral karena selebrasi Dybala Mask? Dalam #BlacknWhiteInterview spesial #HariGuruNasional2019, kami ajak kalian mengenal lebih dekat dengan sosok inspiratif bernama Husnul Khotimah ini!” tulis Juventus dalam akun Twitter mereka – Kamus Judi.

post image

Berita Bola,  Vieira Nilai Pemecatan Emery Takkan Selesaikan Masalah Arsenal

Patrick Vieira memberikan pandangannya soal kiprah Unai Emery bersama mantan klubnya, Arsenal. Vieira menyebut bahwa pemecatan Emery takkan dapat menyelesaikan permasalahan yang saat ini tengah dialami Arsenal.

Sebagaimana diketahui, Emery sendiri resmi ditunjuk sebagai pelatih Arsenal pada musim 2018-2019. Emery mendapatkan kepercayaan untuk melanjutkan tugas Arsene Wenger yang memilih mundur dari kursi kepelatihan Arsenal.

Arsenal

Bersama Emery, penampilan Arsenal memang tidak mengalami banyak perubahan. Emery gagal memberikan gelar di musim perdananya, dan justru membuat performa Arsenal jauh dari kata memuaskan pada musim ini.

Baca Juga :

Wijnaldum Ungkap Ambisi Liverpool Juarai Piala Dunia Klub 2019

Situasi tersebut pun membuat posisi Emery sebagai pelatih Arsenal semakin tersudutkan. Banyak yang meminta agar manajemen Arsenal untuk segera mendepak Emery dari kursi kepelatihan Arsenal. Sejumlah nama juga bermunculan sebagai kandidat pengganti Arsenal, termasuk Vieira sendiri.

Akan tetapi alih-alih antusias dikait-katikan sebagai pelatih Arsenal, Vieira justru memberikan pembelaan terhadap kinerja Emery. Bahkan, Vieira sendiri merasa yakin bahwa pemecatan Emery takkan menyelesaikan permasalahan Arsenal saat ini.

“’Saya pikir itu adalah klub yang mengalami masa yang sangat sulit. Namun Anda memiliki klub-klub dengan cara yang sama, saya pikir tidak pernah mudah ketika Anda berganti manajer, terutama setelah Arsene (Wenger), yang menghabiskan 20 tahun di sana,” ucap Vieira, seperti disadur dari Panduan Bermain Judi.

“saya pikir Man United melewati masa sulit yang sama, Chelsea melewati momen yang sama. Dan saya pikir apa yang dibutuhkan orang adalah untuk bersikap tenang dan memberi manajer waktu untuk menyelesaikan masalah,” tuntas pria berusia 43 tahun tersebut – Kamus Judi.

post image

Berita BolaWijnaldum Ungkap Ambisi Liverpool Juarai Piala Dunia Klub 2019

Penggawa Liverpool, Georginio Wijnaldum, mengatakan skuad The Reds –julukan Liverpool– tengah memusatkan fokus perhatiannya pada ajang bergengsi akhir tahun ini di Piala Dunia Klub 2019. Turnamen yang akan dimulai di Qatar pada 11 Desember tersebut akan menjadi target baru bagi Liverpool.

Bagi The Reds ini bukan pertama kalinya mereka tampil di Piala Dunia Klub. Sebelumnya mereka pernah mentas pada 2005, tetapi harus menderita kekalahan dari Sao Paulo pada partai puncak. Kini mereka memiliki kesempatan kembali untuk membalas kegagalan tersebut setelah menjuarai Liga Champions Eropa 2018-2019.

Wijnaldum

Wijnaldum pun menegaskan Liverpool sangat ingin membuat sejarah di ajang Piala Dunia Klub dengan memboyong trofi untuk pertama kalinya. Apalagi ini adalah kompetisi yang sangat sulit untuk diikuti dengan sistem yang ada pada saat ini.

Baca Juga :

Tumbangkan Luksemburg 2-0, Danilo: Portugal Layak Menang

“Saya benar-benar berharap untuk bermain di Piala Dunia Klub bersama tim. Yang paling saya sukai adalah jika Anda menang, maka Anda akan mendapatkan tanda di baju Anda. Itu adalah sesuatu yang ingin Anda capai,” ungkap Wijnaldum, mengutip dari Panduan Bermain Judi.

“Itulah yang membuat kompetisi ini begitu istimewa. Pertama-tama, sangat sulit untuk lolos ke turnamen seperti ini. Kedua, Anda bermain melawan tim lain yang juga melakukan pekerjaan banyak untuk berada di kompetisi ini,” tambahnya.

“Itulah mengapa kami harus paling menikmatinya, karena Anda tidak pernah tahu apakah ini akan menjadi yang terakhir kalinya dengan sistem kompetisi seperti ini. Pada satu sisi, jika Anda ingin bermain di kompetisi ini sebanyak mungkin, maka yang Anda butuhkan adalah memenangkan Liga Champions. Jadi ini memberi Anda sesuatu di Liga Champions,” pungkasnya – Kamus Judi.

post image

Berita Bola,  Tumbangkan Luksemburg 2-0, Danilo: Portugal Layak Menang

Tim Nasional (Timnas) Portugal meraih hasil positif saat menghadapi Luksemburg di laga pamungkas Grup B Kualifikasi Piala Eropa 2020, Minggu 17 November 2019 malam WIB. Pasukan Fernando Santos menang meyakinkan 2-0 lewat gol yang dicetak Bruno Fernandes (39) dan Cristiano Ronaldo (86).

Hasil ini sekaligus membawa Selecao das Quinas –julukan Timnas Portugal– memastikan diri lolos ke putaran final Piala Eropa 2020. Portugal finis di peringkat kedua klasemen Grup B dengan koleksi 17 poin. Andre Silva dan kolega terpaut tiga angka dari Ukraina yang mengunci posisi teratas.

Timnas Portugal

Berbicara tentang penampilan di laga terakhir, penggawa Porugal, Danilo, menilai timnya memang layak meraih tiga poin atas sang lawan. Menurut Danilo, Portugal tampil maksimal dan terus memperlihatkan semangat juang hingga akhir pertandingan.

Baca Juga :

Southgate Yakin Timnas Inggris Bakal Kompetitif di Piala Eropa 2020

“Performa kami bagus seperti yang terlihat dengan kondisi pemain di lapangan. Kami tahu permainan ini akan didasarkan pada kuantitas daripada kualitas. Kami banyak bertarung dan semangat besar kami adalah apa yang membantu kami untuk menang,” ujar Danilo, melansir dari Panduan Bermain Judi.

“Ada permainan di mana kualitas tidak bisa datang kedepan. sangat sulit untuk dimainkan dan lawan kami sangat tangguh dan membuat kami kesulitan,” tambahnya.

“Kami tahu bahwa Luksemburg telah belajar dengan baik dan ada di sini untuk menyusahkan kami, dan mereka melakukannya. Mereka melakukan perlawanan dengan baik. Kami berjuang, tetapi kemudian kami beradaptasi dengan lapangan dan mampu menjelajahi kedalaman lebih jauh. Itu dari mana tujuan Bruno berasal,” tandasnya – Kamus Judi.

post image

Berita Bola,  Southgate Yakin Timnas Inggris Bakal Kompetitif di Piala Eropa 2020

Tim Nasional (Timnas) Inggris melanjutkan kiprah ciamik mereka dengan melaju ke Putaran Final Piala Eropa 2020. Skuad asuhan Gareth Southgate itu memastikan kelolosan dengan sedikit bergaya, yakni menang telak 7-0 atas Montenegro di Stadion Wembley, Jumat 15 November 2019 dini hari WIB.

Kemenangan telak itu sekaligus menghiasi perayaan pertandingan ke-1000 Timnas Inggris di level internasional. Harry Kane dan kolega tampil beringas di hadapan legenda hidup Tim Tiga Singa yang hadir di stadion keramat itu dengan memberondong tujuh gol.

Timnas Inggris menang telak 7-0 atas Montenegro (Foto: UEFA)

Gareth Southgate tentu saja puas dengan kepastian lolos ke turnamen Piala Eropa 2020 musim panas mendatang. Ia berharap skuad asuhannya yang sebagian besar dihuni pemain muda, dapat tampil kompetitif saat berlaga di turnamen yang sesungguhnya.

Baca Juga :

Bale Akui Lebih Bergairah Bermain di Wales ketimbang Bersama Madrid

“Anda mungkin tidak akan pernah bisa menebak siapa pemain yang akan mencapai puncak penampilan, siapa yang akan mengalami penurunan hingga tahun depan. Kami memiliki skuad yang cukup bagus dan mereka sudah membuktikan diri sanggup menghadapi pertandingan besar dengan tekanan tinggi,” tutur Gareth Southgate, dikutip dari Panduan Bermain Judi, Sabtu (16/11/2019).

“Akan tetapi, saya merasa skuad yang diturunkan pada laga melawan Montenegro masih terlalu muda. Meski mereka mungkin baru akan mencapai puncak penampilan tahun depan, kami tentu saja bisa tampil kompetitif di Piala Eropa,” sambung pelatih berusia 57 tahun itu.

Sekadar informasi, rataan usia skuad Timnas Inggris yang bermain di laga kontra Montenegro adalah 23 tahun 255 hari. Itu merupakan rataan usia termuda sejak 1959. Anak-anak muda Inggris itu diharapkan mampu berprestasi sekaligus menyudahi rasa penasaran terhadap turnamen Piala Eropa yang belum pernah dimenangi sejak digelar pada 1960 – Kamus Judi.

post image

Berita Bola,  Bale Akui Lebih Bergairah Bermain di Wales ketimbang Bersama Madrid

Pemain Real Madrid, Gareth Bale, sudah cukup lama bermain untuk Los Blancos –julukan Madrid. Setidaknya pemain berusia 30 tahun itu sudah lebih dari enam tahun berseragam Madrid. Namun, ternyata waktu yang cukup lama itu tak serta merta membuat Bale merasa kerasan di sana.

Hal itu dikarenakan Bale merasa bermain untuk Madrid tidak terlalu membuatnya merasa senang jika dibandingkan tampil bersama Tim Nasional (Timnas) Wales. Bahkan, Bale merasa lebih bergairah ketika bermain bersama Wales ketimbang sedang tampil membela Madrid.

 

Gareth Bale saat sedang membela Madrid

Semua itu dikatakan Bale karena ia merasa jauh lebih dekat dengan kawan-kawannya di Timnas Wales. Ia merasa seperti sedang bermain ketimbang bertanding ketika bersama Wales.

Baca Juga :

Timnas Vietnam Tumbangkan UEA 1-0

Terlebih bahasa yang sama saat bersama rekan-rekan setimnya di Wales menjadi faktor terpenting bagi Bale mengapa ia bisa mengatakan lebih senang bermain bersama timnas. Sebab Bale yang belum fasih berbahasa Spanyol membuatnya sedikit kesulitan ketika sedang bersama kawan-kawannya di Madrid.

“Saya benar-benar lebih merasa senang ketika bermain untuk Wales. Saya sudah bersama sebagian besar pemain sejak lama, mungkin semenjak tim Wales U-17. Bersama mereka seperti bermain dengan teman Anda di taman pada hari Minggu,” kata Bale, dikutip dari Panduan Bermain Judi.

“Bersama Wales, saya berbicara dengan bahasa saya sendiri dan merasa lebih nyaman. Namun, itu semua saya tidak mengubah apa yang saya lakukan ketika berada di lapangan. Semua orang tahu betapa bergairahnya saya dengan Wales,” tutupnya – Kamus Judi.

post image

Berita Bola,  Timnas Vietnam Tumbangkan UEA 1-0

Timnas Vietnam meraih kemenangan tipis dengan skor 1-0 kala menjamu Uni Emirat Arab (UEA) dalam lanjutan babak Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia Grup G. Gol semata wayang Vietnam dilesakkan oleh Nguyen Tien Linh pada menit ke-44 usai mereka unggul jumlah pemain.

Jalannya Pertandingan:

Tampil sebagai tuan rumah, Vietnam tampil percaya diri menguasai bola. Meski demikian, tim berjuluk Golden Star itu tak bisa dengan mudah menembus pertahanan UEA. Begitu pun dengan UEA yang kesulitan membangun serangan. Bisa dibilang, dalam 30 menit pertama tak ada peluang yang benar-benar membahayakan dari kedua tim.

Peluang berbahaya pertama baru muncul di menit ke-36. Trong Hoang yang merangsek dari sayap kanan mengirimkan umpan silang kepada Tien Linh yang berada di dalam kotak penalti. Akan tetapi, peluang tersebut gagal dikonversi Tien Ling menjadi gol.

Pada menit ke-37, petaka datang menimpa UEA kala pemainnya, Khalifa Al Hammadi mendapat kartu merah dari wasit. Ia terpaksa menjatuhkan Tien Linh, karena jika tidak hal itu akan membahayakan gawang UEA. Tanpa ragu, wasit langsung mengganjar kartu merah dan mengusir Al Hammadi keluar lapangan.

Baca Juga :

Man City dan Liverpool Sudah Tak Butuh Lagi Guardiola dan Klopp

Unggul jumlah pemain membuat Vietnam lebih nyaman mengendalikan permainan. Hasilnya menurut Panduan Bermain Judi, di menit ke-44 mereka mencetak gol. Adalah Tien Linh yang mencatatkan namanya di papan skor lewat sepakan keras yang tak bisa dibendung kiper UEA, Khalid Eisa. Vietnam pun memimpin 1-0.

Pada babak kedua, Vietnam kembali menampilkan permainan menyerang, mengingat mereka tengah berada di atas angin. Beberapa peluang berhasil dikreasikan skuad besutan Park Hang-Seo itu, meski sayangnya tak ada yang berujung gol. Pada akhirnya, Vietnam menutup pertandingan dengan kemenangan 1-0 atas UEA – Kamus Judi.

Susunan Pemain:

Timnas Vietnam: Van Lam, Duy Manh, Que Ngoc Hai, Bui Tien Dung, Trong Hoang, Hung Dung, Tuan Anh, Van Hau, Quang Hai, Tien Linh, Van Toan

Timnas UEA: Khalid Eisa – Mohamed Almenhali, Khalifa Alhammadi, Walid Abbas, Yousef Al Hammadi, Hamdan Al Kamali, Abdalla Ramadan, Bandar Al Ahbabi, Zayed Alameri, Jassim Yaqoob Salman, Khalfan Mubarak Al Rezzy

1 2 3