Month: April 2019

post image

Berita Bola,  Meski Dibantai Leicester, Emery Tetap Puji Performa Arsenal

Arsenal kembali meraih hasil negatif ketika menjalani lanjutan Liga Inggris musim 2018-2019. Melawan Leicester City, skuad The Gunners –julukan Arsenal– harus rela menutup laga dengan takluk tiga gol tanpa balas dari lawannya.

Dalam pertandingan yang berlangsung di King Power Stadium itu, Arsenal memang tampil kurang menjanjikan sejak menit awal. Bencana Arsenal pun berawal dari kartu merah yang didapat oleh Ainsley Maitland-Niles tepatnya pada menit ke-36.

Arsenal vs Leicester

Bermain dengan 10 pemain menurut Kamus Judi, membuat Arsenal tak mampu mengimbangi permainan sang tuan rumah. Arsenal pun akhirnya menyerah 0-3 dari Leicester melalui gol-gol yang dicetak oleh Youri Tielemans (59’) dan Jamie Vardy (86’, 95’).

[ Baca Juga : Hati-Hati Man City, Burnley Sering Mengalahkan Juara Bertahan Liga Inggris! ]

Hasil tersebut menjadi kekalahan yang dirasakan Arsenal secara tiga kali beruntun (sebelumnya Arsenal juga takluk oleh Crystal Palace dan Wolverhampton Wanderes). Kekalahan ini pun semakin membuat kans Arsenal menutup Liga Inggris 2018-2019 dengan berada di posisi empat besar kian menipis.

Arsenal vs Leicester

Meski kembali gagal memetik hasil positif, manajer Arsenal, Unai Emery, nyatanya tetap mengapresiasi perjuangan yang ditunjukkan anak-anak asuhannya di laga kontra Leicester. Emery menilai para pemain Arsenal telah berjuang untuk bisa memetik kemenangan walaupun dengan 10 orang di lapangan.

“Para pemain bekerja dengan sangat baik. Saya sangat bangga kepada mereka. Meski bermain dengan minus satu pemain, mereka tetap melanjutkan permainan sesuai rencana dan mementingkan tim. Mereka terlihat lebih solid di belakang, sementara untuk lini depan kami butuh evaluasi,” ucap Emery, seperti dikutip dari Kamus Judi.

post image

Berita Bola,  Hati-Hati Man City, Burnley Sering Mengalahkan Juara Bertahan Liga Inggris!

Jarak antara Kota Burnley dengan Manchester hanya sekira 40 kilometer (km). Jarak tersebut berpotensi menjadi lawatan yang berat bagi Manchester City ke Stadion Turf Moor, markas Burnley, pada laga pekan 36 Liga Inggris 2018-2019, Minggu (28/4/2019) malam WIB.

The Clarets kerap tampil merepotkan ketika berhadapan dengan tim-tim besar di Liga Inggris 2018-2019. Manchester United pernah mereka imbangi di Stadion Old Trafford, Januari lalu; sementara Chelsea dipaksa berbagi angka di kandang sendiri beberapa hari lalu.

Tim lain yang kerepotan saat menghadapi Burnley adalah Tottenham Hotspur yang menelan kekalahan 1-2 di Stadion Turf Moor, Februari 2019. Meski terjerembab di posisi 15 klasemen sementara menurut Kamus Judi, bukan tidak mungkin anak asuh Sean Dyche bakal menjegal langkah Man City.

Skuad Burnley (Foto: Laman resmi Premier League)

[ Baca Juga : Ogah Pikirkan Kritik, Sarri Nilai Musim Perdananya Latih Chelsea Sukses ]

Apalagi, Burnley ternyata punya rekor mengesankan kala menghadapi juara bertahan Liga Inggris. Melansir dari Kamus Judi, Ashley Barnes dan kawan-kawan sering merepotkan langkah sang juara bertahan, terhitung sejak musim 2009-2010 ketika mereka promosi ke kasta teratas.

Man United dipaksa menelan kekalahan 0-1 pada 19 Agustus 2009 lewat gol Robbie Blake di Stadion Turf Moor. Bergeser enam tahun kemudian, Burnley lagi-lagi menaklukkan juara bertahan, Man City, pada 14 Maret 2015 juga di Turf Moor ketika sudah ditangani Sean Dyche.

Burnley (Foto: Laman resmi Premier League)

Kejutan Leicester City saat menjadi juara Liga Inggris 2015-2016 sirna tak berbekas di hadapan Burnley pada 31 Januari 2017. Si Rubah dipaksa pulang dengan kekalahan 0-1. Sementara Chelsea lebih malu lagi dengan menelan kekalahan 2-3 di Stadion Stamford Bridge pada 12 Agustus 2017 tepat pada laga pembuka musim setelah menjadi juara.

post image

Berita Bola,  Ogah Pikirkan Kritik, Sarri Nilai Musim Perdananya Latih Chelsea Sukses

Pelatih Chelsea, Maurizio Sarri, menepis kritik yang menyebut timnya gagal menorehkan hasil manis pada musim ini. Sebab, Sarri merasa banyak kesuksesan yang diraih Chelsea pada musim perdananya melatih.

Bagi Sarri, kesuksesan itu bisa terlihat dari melangkah jauhnya Chelsea di ajang Piala Liga Inggris. Mereka bahkan nyaris merengkuh gelar juara jika tak kalah adu penalti dari Manchester City di partai final. Chelsea pun harus puas hanya menyandang status sebagai runner-up di Piala Liga Inggris 2018-2019.

Para pemain Chelsea

Tak berhenti sampai di situ, takaran kesuksesan Chelsea juga terlihat dari lolosnya tim ke babak semifinal Liga Eropa. Sarri pun optimis bisa membawa timnya melaju ke babak final bahkan keluar sebagai kampiun di ajang tersebut. Untuk bisa mewujudkannya, Chelsea kini harus menaklukkan Eintracht Frankfurt di babak empat besar.

[ Baca Juga : Juventus Siap Bawa Pulang Buffon ke Turin ]

Sementara di Liga Inggris menurut Kamus Judi, Sarri juga merasa Chelsea sejauh ini telah tampil dengan begitu baik. Meski tak bisa merebut gelar juara, tim berjuluk The Blues itu masih bersaing dalam perebutan posisi empat besar.

Sarri sendiri begitu yakin bisa mengantarkan Chelsea bertengger di empat besar pada akhir musim. Pelatih berpaspor Italia itu pun memastikan penampilan terbaik bakal ditunjukkan anak asuhnya di tiga laga yang tersisa untuk mencapai harapannya tersebut, termasuk kala berjumpa Manchester United di pekan ke-36 ini.

Para pemain Chelsea

“Kami bermain di final (Piala Liga Inggris), tetapi kalah melalui adu penalti. Kami kini berada di semifinal di Liga Eropa. Kami berjuang untuk empat besar. Jadi, musim saat ini saya pikir telah berjalan dengan bagus. Tentu saja, kami memiliki dua target besar. Kami ingin finis di empat besar Liga Inggris dan saat ini kami ingin ke final Liga Eropa. Jika bisa mencapai final, kami ingin menangkannya,” ujar Sarri, sebagaimana dikutip dari Kamus Judi.

“Tentu saja, musim ini berjalan sangat sulit. Kami kalah dengan cara yang salah pada dua atau tiga pertandingan, jadi semuanya terkadang terasa lebih buruk. Tetapi, jika Anda melihat secara keseluruhan, musim kami baik-baik saja. Tentu saja, ini hanya langkah pertama. Kami perlu meningkatkan lebih banyak. Kami perlu menjadi kompetitif. Tetapi, ini langkah pertama adalah baik,” tukasnya.

post image

Berita Bola,  Juventus Siap Bawa Pulang Buffon ke Turin

Juventus siap membawa pulang sang legenda, Gianluigi Buffon, ke Stadion Allianz. Seperti dilansir dari Kamus Judi, Jumat (26/4/2019), manajemen Juventus sudah melayangkan penawaran kepada Buffon.

Akan tetapi, Juventus tidak menawari Buffon untuk kembali menjaga gawang Juventus, melainkan bertugas di jajaran manajemen. Kemungkinan, pria 41 tahun itu akan dipercaya sebagai salah satu direktur di tubuh Juventus.

Gianluigi Buffon

Sebelum bergabung dengan Paris Saint-Germain (PSG) pada musim panas 2018, Buffon sempat 17 musim (2001-2018) membela Juventus. Dalam kurun waktu tersebut, Buffon total memberikan 19 gelar bagi si Nyonya Tua.

[ Baca Juga : Penyebab Juventus Kalah dari Ajax Versi Marcello Lippi ]

Bahkan kesetiaan Buffon sudah benar-benar teruji bersama Juventus. Ketika Juventus terdegradasi ke Serie B pada pengujung musim 2005-2006, Buffon yang saat itu berstatus sebagai penjaga gawang terbaik dunia memilih bertahan. Padahal, Real Madrid dan Inter Milan sudah memberi penawaran menarik kepada eks suami Alena Saredova tersebut.

Jika kembali ke Juventus dan bergabung di jajaran manajemen, Buffon akan melakukan reuni dengan eks rekannya, Pavel Nedved. Saat ini menurut Kamus Judi, Nedved berstatus sebagai wakil presiden Juventus.

Sambutan Hangat Warga Prancis untuk Kiper Anyar PSG Gianluigi Buffon

Meski begitu, semua keputusan ada di tangan Buffon. Eks penjaga gawang Tim Nasional (Timnas) Italia itu disinyalir masih ingin bermain satu musim lagi. Karena itu, agen Buffon yakni Silvano Martina sedang melakukan negosiasi kontrak dengan manajemen PSG. Sebagai tambahan informasi, kontrak Buffon bersama PSG habis akhir musim ini.

post image

Berita Bola,  Penyebab Juventus Kalah dari Ajax Versi Marcello Lippi

Pelatih kawakan asal Italia, Marcello Lippi, mengungkapkan alasan mengapa Juventus dikalahkan Ajax Amsterdam di perempatfinal Liga Champions 2018-2019. Lippi menilai, cedera yang dialami Giorgio Chiellini jadi pangkal masalah terhentinya langkah si Nyonya Tua di kompetisi antarklub Eropa paling prestisius tersebut.

Keberadaan Chiellini memang berarti penting bagi Juventus, setidaknya sejak musim 2006-2007. Meski sudah tak muda lagi yakni 34 tahun, kepemimpinan dan kekukuhan Chiellini masih diandalkan Bianconeri –julukan Juventus.

Chiellini

Terbukti dalam 10 laga terakhir membela Juventus, Chiellini memiliki andil besar. Dalam periode itu, Juventus hanya kemasukan dua bola dan berhasil mencatatkan delapan clean sheet. Sayangnya beberapa hari jelang bersua Ajax di leg I perempatfinal Liga Champions, Chiellini mengalami cedera betis.

[ Baca Juga : Fans Man United Bingung Harus Dukung Tim Mana di Derby Manchester ]

Alhasil menurut Kamus Judi, eks bek Fiorentina itu absen di dua laga Juventus vs Ajax. Imbasnya pun negatif bagi Juventus. Daniele Rugani yang dipercaya menggantikan Chiellini gagal menjalankan tugasnya dengan baik.

Bahkan Rugani ikut andil atas tersingkirnya Juventus dari Liga Champions 2018-2019. Gol kedua Ajax yang dicetak Matthijs de Ligt di pertemuan kedua, terjadi setelah Rugani kalah duel dengan bek berusia 19 tahun tersebut.

De Ligt

“Di Liga Champions Anda harus beruntung yakni semua pemain terbaik dalam posisi tersedia (bugar). Pada momen ini, Juventus tidak beruntung. Juventus kehilangan Chiellini yang perannya hampir sama besar dengan Cristiano Ronaldo,” kata Lippi mengutip dari Kamus Judi.

post image

Berita Bola,  Fans Man United Bingung Harus Dukung Tim Mana di Derby Manchester

Fans Manchester United dalam posisi bimbang, jelang Derby Manchester yang mempertemukan tim kesayangannya kontra Manchester City pada Kamis 25 April 2019 dini hari WIB. Disebut bimbang karena fans Man United bingung harus mendukung The Red Devils –julukan Man United– atau Manchester City. Mengapa?

Bisa dibilang menurut Kamus Judi, posisi fans Man United bak pisau bermata dua dalam laga dini hari nanti. Jika Man United menang, Liverpool yang notabene rival mereka berpeluang besar keluar sebagai kampiun Liga Inggris 2018-2019.

Liverpool

Sementara jika Man United kalah, peluang Setan Merah untuk finis di posisi empat besar semakin menipis. Saat in, fans Liverpool di seluruh dunia menaruh harap kepada Man United. Sebab, hanya Man United yang dapat membantu mereka merebut trofi Liga Inggris, gelar yang terakhir kali mereka sabet pada 1989-1990.

Saat ini hingga kompetisi memasuki pekan 35, Liverpool memang duduk di puncak klasemen dengan koleksi 88 angka, unggul dua poin dari Man City di posisi dua. Namun, Man City memiliki tabungan satu pertandingan kontra Man United yang belum dimainkan.

[ Baca Juga : Beredar Video Cristiano Ronaldo Enggan Rayakan Pesta Juara Juventus ]

Andai menang atas Man United, Man City naik ke puncak klasemen dan di ambang gelar juara. Sebab di tiga laga pamungkas, Man City tinggal bersua Burnley, Leicester City dan Brighton & Hove Albion.

Kemudian dikutip dari Kamus Judi, bagaimana dengan Man United? Tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer itu saat ini tertahan di posisi enam dengan koleksi 64 angka, tertinggal tiga poin dari Chelsea di tempat keempat. Karena itu demi mendekat ke empat besar, tidak ada cara lain bagi Man United selain menundukkan The Citizens.

Manchester City

Karena itu, fans Man United dalam posisi dilema saat ini. Mau mendapatkan kemenangan atau tidak, fans Man United tidak bisa dibilang untung.

post image

Berita Bola,  Beredar Video Cristiano Ronaldo Enggan Rayakan Pesta Juara Juventus

Cristiano Ronaldo menjadi pesepakbola pertama yang meraih trofi di tiga kompetisi elite Eropa, yakni Inggris (Manchester United), Spanyol (Real Madrid) dan Italia (Juventus). Akan tetapi, pesepakbola 34 tahun itu disinyalir tidak terlalu antusias dengan keberhasilan Juventus menyegel trofi Liga Italia yang ke-35 di sepanjang berdirinya klub.

Akun Twitter @R_Scaringella mengunggah video suasana ruang ganti Juventus setelah Bianconeri –julukan Juventus– memastikan gelar juara Liga Italia 2018-2019. Dalam video itu terlihat, Ronaldo tidak merayakan pesta juara bersama Federico Bernardeschi dan kawan-kawan.

Saat itu menurut Kamus Judi, Ronaldo terlihat sedang minum dan kemudian tidak melakukan selebrasi layaknya personel Juventus lainnya. Pertanda Ronaldo masih kecewa setelah Juventus tersingkir dari Liga Champions?

[ Baca Juga : Matic Akui Bertanggung Jawab atas Kekalahan Man United ]

Kemungkinan itu ada, mengingat kedatangan Ronaldo pada musim panas 2018 diharapkan dapat mengantarkan Juventus menjadi jawara Liga Champions 2018-2019. Akan tetapi, langkah Juventus justru sudah terhenti di babak perempatfinal.

Saat itu dilansir dari Kamus Judi, Juventus disingkirkan Ajax Amsterdam lewat agregat 2-3. Meski begitu, Ronaldo sudah memastikan akan tampil 100 persen bersama Juventus musim depan. Konfirmasi dari Ronaldo setidaknya menyenangkan hati para juventini –sebutan untuk fans Juventus.

Cristiano Ronaldo

Sebelumnya, ada rumor yang mengatakan Ronaldo akan angkat kaki dari Stadion Allianz akhir musim ini. Hal itu karena Ronaldo kecewa gagal mengantarkan si Nyonya Tua merebut trofi si Kuping Besar musim ini.

post image

Berita Bola,  Matic Akui Bertanggung Jawab atas Kekalahan Man United

Gelandang Manchester United, Nemanja Matic, menilai kekalahan telak timnya dari Everton 0-4 akibat ketiadaan seorang pemimpin di atas lapangan. Pria asal Serbia itu lantas meminta maaf karena gagal memimpin lini tengah dengan baik sebagai seorang pemain senior.

Hasil negatif tersebut membuat Man United merasakan lima kekalahan tandang beruntun di semua kompetisi. Rentetan hasil negatif itu terakhir kali dirasakan Setan Merah pada Maret 1981.

Nemanja Matic mengakui, kalau ada seseorang yang patut disalahkan atas kekalahan tersebut, orang itu adalah dirinya. Sebab menurut Kamus Judi, ia adalah salah satu pemain yang punya banyak pengalaman di tim yang seharusnya memenangi pertempuran di lini tengah.

Everton vs Man United

[ Baca Juga : Scudetto Sudah, Ronaldo Kembali Bidik Gelar Liga Champions ]

“Problem terbesar adalah kami tidak memiliki pemimpin di tengah lapangan. Dalam kasus ini adalah saya karena saya salah satu pemain berpengalaman di tim jadi jika kami tidak bisa memenangi pertarungan di tengah, sulit untuk mengembangkan permainan,” tutur Nemanja Matic, mengutip dari Kamus Judi.

“Saya adalah orang yang paling bersalah, jika harus mencari kesalahan. Saya yang paling bertanggung jawab karena saya salah satu pemain paling berpengalaman di ruang ganti,” imbuh pemain berusia 30 tahun tersebut.

Nemanja Matic gagal menutup pergerakan Gylfi Sigurdsson (Foto: Premier League)

Kekalahan tersebut sedikit mengganjal langkah Man United untuk masuk ke empat besar klasemen Liga Inggris 2018-2019. Menyapu bersih empat laga tersisa, termasuk melawan Man City dan Chelsea, sangat krusial untuk tetap menghidupkan peluang masuk ke Liga Champions musim depan.

post image

Berita Bola,  Scudetto Sudah, Ronaldo Kembali Bidik Gelar Liga Champions

Cristiano Ronaldo sudah memastikan akan bertahan di Juventus musim depan meski hanya meraih trofi Liga Italia 2018-2019. Menurut CR7, dirinya tetap menjalani musim yang bagus di Negeri Pizza bersama Si Nyonya Tua walau gagal memenuhi ambisi merengkuh gelar Liga Champions.

Penyerang berpaspor Portugal itu mencatat rekor sebagai pemain sepakbola pertama yang bisa juara di tiga liga besar Eropa, yaitu Inggris, Spanyol, dan Italia. Ronaldo mengakui, gelar juara liga keenam yang diraihnya itu sangat penting.

Ada pun keenam titel juara liga Ronaldo tersebut adalah tiga di Inggris, dua di Spanyol, dan satu di Italia. Walau gagal mengakhiri musim dengan trofi Liga Champions bersama tim barunya, pria berusia 34 tahun itu tetap menganggap sebagai kesuksesan tersendiri.

Skuad Juventus

[ Baca Juga : Klopp Tatap Peluang Liverpool Juara di Liga Inggris dan Liga Champions ]

“Setelah memenangi liga di Inggris dan Spanyol, sekarang saya bisa bilang sudah menang juga di Italia. Trofi ini penting dan saya sangat senang. Ini adalah than yang sukses, saya sungguh bahagia,” ujar Cristiano Ronaldo, mengutip dari Kamus Judi.

“Anda tidak bisa selalu menang (Liga Champions) setiap tahun. Musim depan adalah cerita yang baru, penggemar menginginkannya, dan saya juga. Itu adalah trofi yang penting, tetapi cukup sulit diraih,” imbuh mantan pemain Manchester United tersebut.

Cristiano Ronaldo

Juventus memang berambisi untuk kembali merasakan manisnya gelar Liga Champions. Sebab menurut Kamus Judi, Si Nyonya Tua terakhir kali membawa pulang trofi Si Kuping Besar pada 1995-1996 saat mengandaskan Ajax Amsterdam lewat adu penalti.

post image

Berita Bola,  Klopp Tatap Peluang Liverpool Juara di Liga Inggris dan Liga Champions

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, girang timnya sampai saat ini masih bisa berjuang memperebutkan gelar juara di dua ajang prestise, yakni Liga Inggris dan Liga Champions. Dengan bertarung di dua ajang tersebut, Klopp pun memastikan Liverpool tak sama sekali merasakan tekanan, mereka justru melihatnya sebagai peluang dan siap memanfaatkannya dengan baik agar menjadi kampiun.

Liverpool kini memang memiliki kans besar untuk menyegel dua gelar juara. Pertama, gelar dapat mereka raih di ajang Liga Champions 2018-2019 karena Mohamed Salah dan kawan-kawan telah berhasil meloloskan diri ke babak semifinal. Mereka hanya perlu beberapa langkah lagi untuk bisa menyegel gelar juara.

Para pemain Liverpool

Di babak semifinal sendiri menurut Kamus Judi, Liverpool bakal dihadapkan dengan Barcelona. Tetapi, Klopp merasa tak terbebani sama sekali untuk menghadapi tim sebesar Blaugrana –julukan Barcelona. Ia justru sangat optimis kemenangan bisa diraih dan Liverpool melenggang ke babak final.

[ Baca Juga : Arsenal ke Semifinal, Emery Cium Peluang Tambah Koleksi Trofi Liga Eropa ]

Selain di Liga Champions, Liverpool juga memiliki peluang untuk merengkuh gelar juara di Liga Inggris 2018-2019. Kini, tim berjuluk The Reds itu tengah bertengger di puncak klasemen sementara dengan torehan 85 poin, unggul dua angka dari Manchester City yang terus mengekor mereka.

Para pemain Liverpool

Mendapat tekanan dari Man City, Klopp juga tak khawatir. Ia yakin timnya bakal terus bertahan di puncak klasemen hingga akhir musim. Hal ini diyakininya lantaran para pemain Liverpool dipastikan berjuang optimal melakoni empat laga yang tersisa, termasuk kala berjumpa Cardiff City di pekan ke-35 yang berlangsung di Cardiff City Stadium, Minggu 21 April 2019 malam WIB.

“Kami sama sekali tidak merasakan adanya tekanan. Kami justru melihat dan merasakannya sebagai peluang daripada beban. Kami terbiasa dengan tantangan, memainkan musim seperti yang kami lakukan dan biasanya terasa sangat positif,” ujar Klopp, sebagaimana dikutip dari Kamus Judi.

“Kami menghadapi pertandingan besar, ini sangat menarik dan sangat positif. Kami sangat menikmatinya. Senang sekali terlibat dalam dua kompetisi. Ini pertanda kami sukses. Sekarang, ini tentang bagaimana Anda menggabungkan semua potensi yang ada dengan perilaku. Kami jelas memiliki pemain bagus yang digabung dengan perilaku kelas dunia. Kami melakukan itu sejak hari pertama musim ini dan sejauh ini berhasil,” tukasnya.

1 2 3