Month: March 2019

post image

Berita Bola,  Zidane, si Temperamen Berwajah Dingin

ZINEDINE Zidane adalah salah satu sosok yang paling diagungkan dalam sepakbola Prancis. Kontribusinya di lapangan hijau untuk klub ataupun Tim Nasional (Timnas) Prancis tak perlu diragukan lagi. Semua trofi dan penghargaan individu bergengsi telah berhasil diraihnya sebagai pemain.

Zidane dikenal sebagai pemain yang memiliki kemampuan tingkat tinggi untuk mengolah si kulit bundar. Zidane yang berposisi sebagai gelandang serang selalu menjadi ancaman dengan visinya dalam membangun serangan. Selain itu, Zidane pun termasuk pemain yang tajam di depan gawang lawan. Hal itu terbukti dari torehan 113 gol yang telah dikoleksinya selama masih aktif bermain.

Kendati tampak amat sempurna sebagai pemain, ternyata Zidane tetap memiliki kelemahan. Kelemahan Zidane ialah tempramennya yang meledak-ledak. Tempramen Zidane berbanding terbalik dengan wajahnya yang terkesan dingin dan pembawaannya yang tenang.

Zinedine Zidane

Namun, Zidane sesungguhnya ialah sosok yang cukup mudah untuk dipancing emosinya. Sifat tempramen Zidane sudah terlihat ketika dia masih tergabung di AS Cannes pada 1986-1989. Selama tiga musim di Cannes, Zizou –sapaan akrab Zidane– kerap terlibat masalah dengan rekan setim ataupun lawannya dalam pertandingan.

Zidane terlibat keributan karena sering diolok-olok soal asal-usulnya yang merupakan imigran dari Aljazair. Akibat hal itu, Zidane kerap menghabiskan waktunya untuk menjalani hukuman di luar kegiatannya sebagai pesepakbola, dilansir Kamus Judi.

Kendati demiian, karier Zidane tetap melejit sehingga dia pun direkrut oleh klub yang lebih besar yakni Girondins Bordeaux pada 1992. Empat musim berselang, Zidane direkrut oleh raksasa Liga Italia, Juventus, pada 1996.

[ Baca Juga : Alasan Ferguson Beri Kostum Nomor 7 Man United kepada Ronaldo ]

Sukses dengan Juventus, Zidane pun hijrah ke Real Madrid pada 2001 sekaligus memecahkan rekor pemain termahal dunia saat itu. Zidane membuktikan predikat pemain termahal yang diembannya dengan menghadirkan berbagai trofi ke Santiago Bernabeu hingga akhirnya pensiun pada 2006.

Infografis Zinedine Zidane

Penampilan apik Zidane di level klub membuat dia dipanggil untuk membela Timnas Prancis dalam tiga edisi Piala dunia yakni 1998, 2002 dan 2006. Pada Piala Dunia 1998, Zidane mampu mengantarkan Timnas Prancis menjadi juara untuk pertama kalinya dalam sejarah. Empat tahun berselang Zidane gagal mengulang kegemilangannya karena Timnas Prancis harus gugur di fase grup.

Pada 2006, Zidane memiliki kesempatan untuk memberikan kado perpisahan kepada Timnas Prancis dengan trofi Piala Dunia sebelum pensiun. Timnas Prancis bertemu dengan Italia di partai puncak, tetapi Les Bleus –julukan Timnas Prancis– harus kalah dalam babak penalti dengan skor 5-3 setelah sebelumnya bermain imbang 1-1 selama 120 menit.

Pada pertandingan itu dikutip dari Kamus Judi, Zidane menjadi pusat perhatian karena sundulan yang ia lakukan ke dada Marco Materazzi pada menit 110. Emosi Zidane terpancing karena Materazzi melecehkan ibu dan adik perempuannya. Akibat pelanggaran itu, wasit pun langsung mengeluarkan kartu merah untuk Zizou.

Zinedine Zidane

Ketidakberadaan Zidane bersama Timnas Prancis hingga babak adu penalti dianggap sebagai salah satu penyebab kakalahan Les Blues. Setelah pertandingan yang penuh drama tersebut, Zidane pun pensiun sebagai pesepakbola profesional.

Pertandingan final itu juga dianggap sebagai salah satu laga paling kontroversial dalam sejarah Piala Dunia. Secara keseluruhan, Zidane telah mengoleksi dua kartu merah dan enam kartu kuning selama keikutsertaannya di Piala Dunia. Jumlah kartu yang dikoleksi Zidane cukup banyak untuk seseorang yang memiliki wajah dingin sepertinya.

post image

Berita Bola,  Alasan Ferguson Beri Kostum Nomor 7 Man United kepada Ronaldo

Dilansir Kamus Judi, Sandro Bocchio dan Giovanni Tosco, baru saja meluncurkan autobiografi Cristiano Ronaldo dengan judul “Cristiano Ronaldo. All happiness, all melancholy”. Dalam buku tersebut, ada satu bagian yang mengupas salah satu alasan eks pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson, memberikan nomor keramat Setan Merah (7) kepada Cristiano Ronaldo.

Pada musim panas 2003, Ronaldo yang membela Sporting Lisbon jadi buruan beberapa klub besar Eropa. Sebut saja Arsenal, Juventus, Liverpool dan Man United. Namun, hanya Man United yang bersedia memenuhi permintaan uang transfer dari Sporting.

Cristiano Ronaldo

Saat itu kepada Kamus Judi, Sporting mematok harga Ronaldo seharga 19 juta euro atau sekira Rp303 miliar. Tanpa ragu, Man United pun langsung memenuhi permintaan tersebut. Hal itu karena manajemen Man United tidak mau mengecewakan Fergie –sapaan akran Ferguson– yang kepincut terhadap aksi Ronaldo.

[ Baca Juga : Hazard Jadi Rekrutan Kedua Zidane Bersama Real Madrid ]

Bahkan saking kagumnya kepada Ronaldo, Fergie berani memberikan nomor keramat kepada pemuda yang saat itu baru berusia 18 tahun tersebut. Hal itu dilakukan agar Ronaldo mau bergabung bersama Man United.

“Ferguson saat itu memiliki cara untuk merayu Ronaldo. Ia menjanjikan memberikan kaos nomor 7 Man United yang pernah dikenakan pemain-pemain hebat seperti Bryan Robson, Eric Cantona dan David Beckham. Pemain yang disebut terakhir baru saja dijual ke Real Madrid seharga 35 juta euro,” tulis Bocchio dan Tosco di autobiografinya.

Keputusan yang tidak salah dari Ferguson. Ronaldo tumbuh menjadi pemain top dunia dan mengantarkan Man United meraih trofi prestisius. Beberapa di antaranya adalah tiga trofi Liga Inggris dan masing-masing satu gelar Liga Champions dan Piala Dunia Klub.

Cristiano Ronaldo

Man United pun untung besar saat menjual Ronaldo ke Real Madrid pada musim panas 2009. Meski hanya mengeluarkan 19 juta euro saat mendaratkan Ronaldo, Man United mendapatkan 94 juta euro (Rp1,5 triliun) saat menjual sang pemain andalan ke Madrid enam tahun berselang.

post image

Berita Bola,  Hazard Jadi Rekrutan Kedua Zidane Bersama Real Madrid

Setelah ditunjuk sebagai pelatih Real Madrid untuk yang kedua kalinya pada Selasa 12 Maret 2019, Zinedine Zidane langsung bergerak memperkuat skuad. Beberapa hari berselang, Zizou –sapaan akrab Zidane– berhasil meyakinkan manajemen untuk mendaratkan fullback kanan FC Porto, Eder Militao.

Pesepakbola 21 tahun itu diboyong Madrid seharga 50 juta euro atau sekira Rp800,3 miliar. Akan tetapi, berhubung bursa transfer masih ditutup, Eder baru diizinkan berlabuh pada musim panas 2019.

Sekarang yang jadi pertanyaan, setelah Eder, siapa pemain yang akan didatangkan Madrid untuk Zidane? Seperti dilansir Kamus Judi, Rabu (27/3/2019), pemain yang dimaksud ialah winger Chelsea, Eden Hazard.

Eden Hazard

[ Baca juga : Tekuk Islandia 4-0, Deschamps Beberkan Kunci Sukses Timnas Prancis ]

Dalam beberapa hari terakhir, Madrid dihubung-hubungkan dengan Sadio Mane (Liverpool) dan Kylian Mbappe (Paris Saint-Germain). Namun sebenarnya, mendatangkan Hazard adalah misi yang paling realistis bagi Los Blancos –julukan Madrid.

Hal itu karena Hazard beberapa kali membuka kemungkinan untuk hengkang ke Madrid. Terlebih dengan gabung Madrid, Hazard jadi memiliki kesempatan ditangani Zidane yang notabene idolanya. Kondisi itu berbeda dengan Mane dan Mbappe yang beberapa kali mengutarakan kesetiaannya bersama klub masing-masing.

Eden Hazard

Benar saat dilansir oleh Kamus Judi, Chelsea tak diizinkan berbelanja pemain hingga dua jendela transfer ke depan karena melanggar aturan FIFA perihal transfer pemain di bawah umur, sehingga mereka tak bisa mencari pengganti Hazard dalam waktu dekat. Namun, Chelsea diyakini tak mau menahan pemain yang ingin hengkang dari Stamford Bridge. Karena itu, transfer Hazard ke Santiago Bernabeu diyakini bukanlah mimpi di siang bolong.

post image

Berita BolaTekuk Islandia 4-0, Deschamps Beberkan Kunci Sukses Timnas Prancis

Hasil manis berhasil diraih Tim Nasional (Timnas) Prancis kala berhadapan dengan Islandia dalam Kualifikasi Piala Eropa 2020 yang berlangsung Selasa (26/3/2019) dini hari WIB. Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, pun membeberkan kunci sukses timnya memenangkan laga tersebut.

Laga yang berlangsung di Stade de France dini hari tadi memang berhasil diselesaikan Timnas Prancis dengan apik. Antoine Griezmann dan kawan-kawan dapat membungkam tuan rumah dengan skor telak 4-0. Keempat gol ini dicetak oleh Samuel Umtiti (12’), Olivier Giroud (68’), Kylian Mbappe (78’), dan Griezmann (84’).

Laga Timnas Prancis vs Islandia

Menurut Kamus Judi, hasil manis ini berhasil diraih Prancis lantaran mereka memanfaatkan dengan baik kondisi para penggawa Islandia yang kelelahan. Dengan kondisi yang kurang fit, para pemain Islandia dinilai lengah sehingga banyak memberi ruang kepada Prancis untuk menyerang pertahanan mereka.

[ Baca Juga :  Hungaria Bikin Kejutan dengan Mengalahkan Kroasia 2-1 ]

Berkat kemenangan ini, Prancis pun kini memuncaki klasemen sementara Grup H Kualifikasi Piala Eropa 2020. Les Blues –julukan Timnas Prancis– sejauh ini telah mengantongi enam poin.

Didier Deschamps

“Mereka (para pemain Timnas Islandia) meninggalkan lebih banyak ruang karena kelelahan. Kami pun memanfaatkan kondisi ini dengan baik. Kami menemukan lebih banyak peluang di babak kedua bahkan jika kami tak bermain dengan baik di awal babak kedua,” ujar Deschamps, sebagaimana dikutip dari Kamus Judi.

“Tidak pernah mudah bermain dengan tim yang terorganisasi dengan baik. Tetapi, saya menikmati pertandingan ini. Saya menonton aksi mereka saat bermain. Suasana pertandingan indah. Para pemain bersenang-senang memainkan pertandingan ini,” tukasnya.

post image

Berita Bola,  Hungaria Bikin Kejutan dengan Mengalahkan Kroasia 2-1

Timnas Hungaria berhasil membuat kejutan kala menumbangkan Kroasia dengan skor tipis 2-1 di babak kualifikasi Piala Eropa 2020 Grup E. Tampil sebagai tuan rumah, Hungaria sebenarnya sempat tertinggal lebih dulu. Akan tetapi, di babak kedua Hungaria mampu menampilkan permainan lebih apik dan disiplin, dilansir Kamus Judi.

Jalannya Pertandingan:

Laga dimulai dengan serangan yang lebih dulu dibangun para pemain Kroasia. Baru empat menit laga berjalan, runner-up Piala Dunia 2018 itu sudah langsung menebar ancaman. Dejan Lovren melepaskan sundulan dari dalam kotak penalti Hungaria usai menerima umpan Luka Modric. Sayangnya, bola sundulan bek Liverpool itu masih melambung.

Terus tampil menekan dikutip dari Kamus Judi, Kroasia akhirnya membuka skor di menit ke-13. Adalah Ante Rebic yang mencetak gol bagi Kroasia melalui sepakan kaki kanannya setelah menerima sodoran umpan Andrej Kramarik. Kroasia pun memimpin 1-0.

Timnas Hungaria vs Kroasia

Tertinggal satu gol membuat Hungaria bermain lebih terbuka. Hasilnya, gol balasan pun tercipta di menit ke-34. Setelah mendapat sodoran umpan dari Balazs Dzsudzsak, Adam Szalai lekas melepaskan tendangan menggunakan kaki kanannya dari dalam kotak penalti Kroasia. Meski tembakan tersebut dilepaskan dari sudut yang terbilang sulit, namun bola meluncur ke dalam gawang Kroasia. Skor 1-1.

[ Baca Juga : Liverpool Diprediksi Bisa Juarai Liga Champions dan Liga Inggris Sekaligus ]

Selepas turun minum, Hungaria bahkan mampu berbalik unggul setelah memanfaatkan kelengahan para pemain Kroasia. Gol kedua Hungaria tersebut tercipta pada menit ke-76 melalui Mate Patkai. Patkai melakukan tembakan dari jarak yang sangat dekat dengan gawang Kroasia dan dengan mudah memperdaya Lovre Kalinic. Kedudukan kini menjadi 2-1 untuk keunggulan Hungaria.

Timnas Hungaria vs Kroasia

Di sepanjang sisa pertandingan Kroasia terus berusaha menekan demi mendapat angka penyeimbang. Sayangnya, hingga laga usai papan skor tak kunjung berubah. Hungaria menang dengan skor 2-1 atas Kroasia.

Susunan Pemain:

Hungaria: Gulacsi, Kadar, Barath, Orban, Lovrencsics, Dominik Nagy, Patkai, Adam Nagy, Dzsudzsak, Szoboszlai, Szalai

Kroasia: Kalinic, Jedvaj, Lovren, Vida, Barisic, Brozovic, Ivan Perisic, Luka Modric, Ivan Rakitic, Kramaric, Ante Rebic

post image

Berita Bola,  Liverpool Diprediksi Bisa Juarai Liga Champions dan Liga Inggris Sekaligus

Eks penggawa Liverpool, Patrik Berger, memprediksi mantan klubnya itu memiliki peluang besar untuk meraih gelar juara Liga Inggris dan Liga Champions sekaligus musim ini. Hal ini tidak terlepas dari penampilan positif yang ditunjukkan pasukan Jurgen Klopp sejak awal musim.

Berger menilai kepada Kamus Judi, The Reds –julukan Liverpool– berada dalam posisi yang bagus di kedua kompetisi tersebut. Sebagaimana diketahui, saat ini Sadio Mane dan kolega berhasil mengungguli rival mereka, Manchester City dan berada di puncak klasemen sementara Liga Inggris.

[ Baca Juga : Varane Ungkap Keinginannya Tinggalkan Real Madrid ]

Sementara di ajang Liga Champions, Liverpool juga terbilang diuntungkan lantaran bertemu Porto di babak perempatfinal. Liverpool bahkan diyakini bisa melaju hingga partai puncak.

“Saya pikir mereka dapat dengan mudah memenangkan liga dan mereka juga dapat memenangkan Liga Champions. Mereka berada di posisi yang bagus di kedua kompetisi. Saya pikir pertemuan dengan Porto adalah hasil undian yang sangat bagus untuk mereka. Ini masih akan sulit, tetapi saya pikir mereka bisa melakukannya. Saya pikir mereka akan melakukannya dan mereka akan berada di semi final Liga Champions,” ujar Berger, melansir dari Kamus Judi.

“Jelas di liga, mereka harus memainkan setiap pertandingan sebagai final piala untuk menjadi juara di akhir musim. Saya pikir mereka perlu memenangkan setiap pertandingan.Tapi saya rasa mereka bisa meraih keduanya (Liga Inggris dan Liga Champions) musim ini,” tukasnya.

post image

Berita Bola,  Varane Ungkap Keinginannya Tinggalkan Real Madrid

Pemain bertahan Real Madrid, Raphael Varane, mengungkapkan keinginannya untuk meninggalkan Santiago Bernabeu dalam waktu dekat. Kabar ini cukup mengejutkan lantaran bek Prancis itu menjadi salah satu andalan Los Blancos untuk menjaga lini pertahanan mereka.

Sebagaimana diketahui, semenjak kepergian Pepe, Varane kerap menjadi pilihan utama pelatih Madrid untuk menjadi tandem Sergio Ramos. Akan tetapi, setelah mendapat peran penting dalam skuad Madrid, belakangan justru beredar kabar jika sang pemain mengisyaratkan jika dirinya sudah tak lagi kerasan berada di Madrid.

Varane disebut sudah menyatakan keengganannya membela Real Madrid di masa depan dan ingin pindah secepatnya kepada petinggi klub.

[ Baca Juga : Bukan Takut, Pogba Justru Senang Man United Jumpa Barcelona ]

Melansir dari Kamus Judi, Sabtu (23/3/2019), salah satu alasan Varane berniat pergi dikarenakan Madrid mendatangkan pemain bertahan baru pada musim depan. Seperti diberitakan Kamus Judi, Real Madrid mengonfirmasi transfer Eder Militao dari FC Porto beberapa waktu lalu.

Pemain belakang asal Brasil itu baru akan memperkuat Los Blancos pada musim panas mendatang walau kepindahannya sudah diresmikan pada akhir pekan.

Kabar mengenai keinginan Varane untuk meninggalkan Madrid pun membuat pemain 25 tahun itu dibidik beberapa klub besar Eropa lain. Liverpool, Paris Saint-Germain (PSG), hingga Manchester United menjadi beberapa tim yang berhasrat untuk mendapatkan tanda tangan Varane pada bursa transfer 2019 nanti.

post image

Berita Bola,  Bukan Takut, Pogba Justru Senang Man United Jumpa Barcelona

Pemain termahal Manchester United, Paul Pogba, menyatakan tak sabar untuk berjumpa Barcelona di perempatfinal Liga Champions 2018-2019. Pogba mengaku amat senang bisa bertanding dengan Blaugrana –julukan Barcelona.

Pogba senang berjumpa Barcelona karena dia bisa belajar banyak dari sistem permainan tim yang bermarkas di Camp Nou tersebut. Tak hanya kagumi sistem permainan Barcelona, Pogba juga menyukai budaya sepakbola Blaugrana.

Paul Pogba (Foto: Twitter/@ManUtd)

Pobga bisa kagum dengan permainan Barcelona karena pernah berjumpa dengan Lionel Messi dan kawan-kawan di Liga Champions 2015-2016. Saat masih membela Juventus, Pogba berjumpa dengan Barcelona di partai puncak Liga Champions 2015-2016.

[ Baca Juga : Cancelo Akui Semakin Berkembang sejak Gabung Juventus ]

Saat itu kepada Kamus Judi, Juventus gagal mengalahkan Blaugrana karena takluk 1-3 di Stadion Olimpiade Berlin. Hasil itu membuat Barcelona meraih trofi Liga Champions kelimanya sepanjang sejarah dan membuat Blaugrana berhak menggunakan Bagde of Honour. Setelah kalah bersama Juventus, maka pertemuan antara Man United dengan Barcelona pada musim ini merupakan kesempatan bagi Pogba untuk balas dendam.

Barcelona (Foto: UEFA)

“Barcelona adalah tim yang selalu saya tonton. Anda selalu bisa belajar sebagai gelandang, saya suka menonton sepakbola. Sistem mereka, budaya mereka, itu selalu bisa membantu saya. Barcelona adalah tim yang hebat, salah satu yang terbaik di dunia. Mereka memiliki pemain yang luar biasa,” ujar Pogba, seperti yang dilansir dari Kamus Judi.

“Saya ingin bersenang-senang di pertandingan ini. Bermain melawan salah satu tim terbaik di dunia selalu menyenangkan. Ini adalah tim yang kalahkan saya di Final Liga Champions (2014-2015), tetapi selalu baik untuk bermain melawan terbaik,” pungkasnya.

post image

Berita Bola,  Cancelo Akui Semakin Berkembang sejak Gabung Juventus

Joao Cancelo mengakui bahwa kualitas permainannya semakin berkembang semenjak bergabung dengan Juventus. Cancelo juga mengaku bangga bisa belajar langsung dari dua bek terbaik di dunia saat ini, yaitu Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini.

Sebagaimana diketahui dari Kamus Judi, Cancelo memang resmi bergabung dengan Juve pada bursa transfer musim panas 2018. Manajemen La Vecchia Signora –julukan Juve– merekrut Cancelo dari Valencia dengan mahar sebesar 41 juta euro atau sekira Rp 660 miliar.

Joao Cancelo

Meski baru bergabung, Cancelo pun langsung menjadi pilihan utama juru taktik Juve, Massimiliano Allegri, untuk mengawal sisi kanan pertahanan klub asuhannya itu. Terhitung, Cancelo sudah bermain sebanyak 25 pertandingan dengan sumbangan satu gol serta enam asisnya.

[ Baca Juga : Sane: Guardiola Berpengaruh Besar untuk Saya ]

Performa menjanjikan serta konsisten menjadi alasan Allegri terus memercayai Cancelo tampil di Starting XI Juve. Cancelo sendiri mengakui bahwa kualitas bermainnya jauh berkembang sejak memutuskan gabung dengan Juve.

Joao Cancelo

“Saya belajar sesuatu yang baru setiap tahunnya, dan kini saya merasa kualitas bermain saya sudah jauh berkembang. Terlebih sekarang saya berlatih bersama dua bek terbaik di dunia, yaitu Bonucci dan Chiellini,” ucap Cancelo, seperti dikutip dari Kamus Judi.

“Harus di akui bermain di Liga Italia, maka Anda harus memiliki standar sangat tinggi dan saya merasa diri saya sekarang ini jauh lebih berkembang ketimbang setahun atau dua tahun yang lalu,” tuntas pemain berkebangsaan Portugal tersebut.

post image

Berita Bola,  Sane: Guardiola Berpengaruh Besar untuk Saya

Penggawa Manchester City, Leroy Sane, tak menyangkal adanya peranan besar dari Pep Guardiola terhadap dirinya. Ia memuji peran sang pelatih Man City yang membuatnya tumbuh sebagai pemain besar hingga saat ini.

Bergabung sejak 2016 dari Schalke dikutip dari Kamus Judi, Sane berkembang pesat menjadi pemain yang ditakuti pada era ini. Pada musim ini saja, pemain berpaspor Jerman itu telah mencetak delapan gol dari 25 penampilan di kompetisi Liga Inggris.

Leroy Sane (Foto: Sportskeeda)

Bahkan pada musim lalu, ia terpilih sebagai pemain muda terbaik saat mampu mengantarkan Man City meraih gelar juara Liga Inggris. Hal itu membuat Sane merasa berutang banyak terhadap Guardiola yang telah membesarkan namanya.

[ Baca Juga : Hadapi Manchester United, Ini Pesan Valverde untuk Barcelona ]

“Dia (Guardiola) memiliki pengaruh besar kepada saya. Karena dia, saya banyak berkembang dan (permainan saya) naik level. Selain itu, karena saya juga memiliki satu rekan tim (di Man City) yang hebat,” ungkap Sane, mengutip dari Kamus Judi.

Leroy Sane (Foto: AFP)

“Tapi dia selalu berusaha membuat kami semua menjadi lebih baik setiap hari. Itu adalah tujuan utamanya. Kami selalu bekerja keras dengan kelemahan yang kami miliki,” tambah pemain berusia 23 tahun tersebut.

Sejak kedatangannya dari Liga Jerman, Sane telah mencetak 37 gol dalam 123 pertandingan bersama Man Citu di semua kompetisi. Ia membantu The Citizens –julukan Man City– memenangkan gelar Liga Inggris pada musim 2017-2018.

1 2 3