Month: February 2019

post image

Berita Bola,  Menang AFF, Timnas Indonesia U-22 Lanjut Kejar Target Persiapan AFC dan Sea Games

Kedatangan Timnas Indonesia U-22 pada Piala AFF 2019, menjadi kebanggan tersendiri untuk Bangsa Indonesia. Tidak berlama-lama, euforia tersebut menjadikan semangat bagi mereka untuk tetap lanjut berlaga pada akan AFC dan Sea Games.

Hal itu disebutkan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi, saat menyambut kedatangan Garuda Muda di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Rabu 27 Februari 2019 malam WIB.

“Kita bersyukur sebagai bangsa, Timnas kita kembali ke tanah air dengan membawa piala dan medali yang kita banggakan. Bersama kita menjadi juara AFF U-22 dan hari ini kita menyambutnya dengan gembira,” ujar Imam saat konferensi pers, dilansir KamusJudi.

Imam mengatakan, kemenangan ini menjadi spirit atau semangat baru bagi mereka, untuk tetap meningkatkan kemampuan demi pertandingan internasional lain.

[ Baca Juga : Milan Imbangi Lazio di Leg Pertama Semifinal Coppa Italia 2018-2019 ]

“Target mereka setelah ini AFC dan Sea Games. Saya menyaksikan langsung perjuangan mereka dalam berjuang, layaknya berjuang sebagai bangsa yang besar, pemerintah sangat mengapresiasi,” tutur Imam.

Sementara itu, apresiasi nampak dihaturkan oleh Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria. “Tidak terkira rasa haru yang kami bisa rasakan. Di PSSI atas prestasi yang didapatkan oleh Timnas U-22. PSSI selalu berpesan untuk bermain dengan berani seperti jersey kita merah, dan putih yang berarti main respect disipilin,” ungkapnya.

Rasa haru juga dirasakan sang kapten kesebelasan, Bagas Adi Nugroho. Dia menganggap kemenangan atas timnya dapat terjadi karena kerja keras dan kekompakan tim dalam bermain.

“Tim makin kompak karena makin kesini kita makin tau sifat masing-masing. Kesannya bahagia, tapi jangan berlarut-larut terus-terusan bahagia karena kita masih ada AFC sama Sea games,” tandasnya.

post image

Berita Bola, Milan Imbangi Lazio di Leg Pertama Semifinal Coppa Italia 2018-2019

Lazio dan AC Milan harus puas mengakhiri pertandingan leg pertama babak semifinal Coppa Italia 2018-2019 dengan skor sama kuat 0-0. Dalam laga ini, Lazio yang tampil sebagai tuan rumah sebenarnya lebih banyak memperoleh peluang mencetak gol. Sayangnya, penyelesaian akhir yang kurang baik membuat gawang Gianluigi Donnarumma tetap perawan, dilansir KamusJudi.

Jalannya Pertandingan:

Laga dimulai dengan permainan menyerang yang langsung ditampilkan para pemain Lazio. Meski tidak turun dengan skuad terbaiknya, namun Lazio terbukti mampu memberikan tekanan kepada Milan. Di sisi lain, Milan justru kesulitan untuk bisa mengembangkan permainan meski mereka memiliki lebih banyak penguasaan bola.

Pada menit ke-17, Milan hampir saja membuka skor. Berawal dari sepakan yang coba dilepaskan Tiemoue Bakayoko, bola justru mengenai Fabio Borini dan berbelok arah. Si kulit bundar kemudian jatuh di kaki Lucas Paqueta yang langsung melancarkan tembakan. Sayangnya, sepakan Paqueta masih belum berujung gol.

Lazio vs AC Milan

[ Baca Juga : Shaw Akui Kualitas Hebat Liverpool di Laga Kontra Man United ]

Di sisi lain, Lazio juga tak henti mencoba menggempur pertahanan Milan. Di menit ke-25, tim tuan rumah nyaris mendapatkan keunggulannya. Berawal dari skema serangan balik cepat, Ciro Immobile melaju sendirian menerjang pertahanan Milan. Kendati begitu, sepakan yang dilepaskan Immobila dari luar kotak penalti masih melenceng tipis.

Memasuki babak kedua, Lazio masih tak henti-hentinya membuat lini pertahanan Milan kerepotan. Pada menit ke-67 kesalahan pemain Milan membuat Correa mendapatkan kesempatan untuk mencatatkan namanya di papan skor. Akan tetapi, tendangan Correa masih terlampau lemah sehingga bisa diamankan Gianluigi Donnarumma.

Lazio vs AC Milan

Serangan Lazio tak berhenti sampai di situ. Sergej Milinkovic-Savic juga tak mau ketinggalan menjajal keberuntungannya untuk menjebol gawang Milan. Akan tetapi, sepakan Milinkovic dari luar kotak penalti masih terlalu lemah dan Donnarumma kembali berhasil menjinakkannya. Pada akhirnya, laga usai dengan skor sama kuat 0-0.

Susunan Pemain:

SS Lazio: Strakosha, Patric, Acerbi, Bastos, Romulo, Parolo, Leiva, Milinkovic, Lulic, Correa, Immobile

AC Milan: Donnarumma, Calabria, Musacchio, Romagnoli, Laxalt, Kessie, Bakayoko, Paqueta, Suso, Borini, Piatek

post image

Berita Bola,  Shaw Akui Kualitas Hebat Liverpool di Laga Kontra Man United

Bek Manchester United, Luke Shaw, mengakui kualitas hebat yang dimiliki Liverpool pada saat keduanya saling berhadapan di Old Trafford, Minggu 24 Februari 2019 malam WIB. Ia mengatakan Setan Merah –julukan Man United– harus berjuang ekstra keras untuk bisa menghentikan serangan dari Liverpool.

Beruntung laga tersebut berakhir imbang dengan skor 0-0 dan membuat Shaw merasa lega. Ia pun memuji kinerja rekan-rekannya yang tampil begitu baik pada laga kali ini. Semua pemain saling mendukung menjaga pertahanan agar terhindar dari kebobolan.

Luke Shaw (Foto: Twitter Man United)

“Kami tahu betapa sulitnya serangan Liverpool. Jadi itu adalah sebuah penghargaan. Bukan hanya lima orang pemain di belakang, tetapi juga seluruh tim untuk melakukan pekerjaan mereka,” ungkap Shaw, mengutip dari KamusJudi.

[ Baca Juga : Meski Gagal Menang, Solskjaer Klaim Berhasil Redam Serangan Liverpool ]

Terlepas dari pertandingan keras kontra Liverpool, Shaw merasa penampilannya meningkat pada laga tersebut. Ia berhasil merepotkan permainan kunci Mohamed Salah yang sangat diwaspadai dari kubu Liverpool. Namun begitu, ia masih ingin meningkatkan diri membawa permainan ke tingkat yang lebih tinggi lagi.

Luke Shaw (Foto: Twitter Man United)

“Ini adalah pertandingan yang ingin saya tingkatkan. Saya ingin mencoba dan membuktikan mengapa saya ada di sini. Saya ingin bermain melawan yang terbaik, saya ingin menguji diri sendiri melawan yang terbaik dan saya ingin terus melakukan itu dalam karier saya,” tambahnya.

“Saya pikir saya masih memiliki level yang masih bisa ditingkatkan. Saya tidak berpikir jika saya benar-benar dalam kondisi terbaik saya. Saya tahu apa yang bisa saya lakukan ketika saya berada di yang terbaik,” pungkasnya.

post image

Berita Bola,  Meski Gagal Menang, Solskjaer Klaim Berhasil Redam Serangan Liverpool

Manchester United harus puas berbagi poin dengan Liverpool di laga pekan ke-27 Liga Inggris 2018-2019, pada Minggu 24 Februari 2019 malam WIB, lantaran pertandingan berakhir dengan skor 0-0. Pada laga yang berlangsung di Stadion Old Trafford itu, Man United bisa dikatakan bermain dengan dikurung oleh Liverpool, karena hampir 65% penguasaan bola dimiliki tim asuhan Jurgen Klopp tersebut.

Akan tetapi pelatih Man United, Ole Gunnar Solskjaer, menilai Liverpool tak bisa menyerang dengan baik di laga tersebut. Meski kalah dalam hal perolehan bola, Solskjaer merasa Liverpool gagal memberikan serangan yang cukup berbahaya untuk David de Gea dan kawan-kawan di sepanjang 90 menit laga berlangsung.

Solskjaer melihat De Gea tak banyak melakukan penyelamatan di laga kontra The Reds –julukan Liverpool– tersebut. Menurut pelatih asal Norwegia itu, jarangnya Liverpool mendapatkan peluang menembak lantaran para pemain Man United mampu bertahan dengan baik. Seperti Mohamed Salah yang tak berkutik lantaran Luke Shaw menjaga dengan ketat pemain asal Mesir tersebut.

“Saya tidak ingat Liverpool memiliki peluang (untuk menjebol gawang Man United). Meskipun mereka menguasai bola, namun saya tidak ingat David de Gea melakukan banyak penyelamatan,” kata Solskjaer, seperti dilansir KamusJudi.

“Scott McTominay bermain sangat baik. Ketika mereka membutuhkan gol dan tertuju kepada Mohamed Salah, Anda tahu Luke Shaw telah memainkan peranannya dengan baik,” tukasnya.

post image

Berita Bola,  AS Roma Menang Dramatis 3-2 atas Frosinone

AS Roma sukses memetik poin penuh dari markas Frosinone, Stadion Benito Stirpe, pada pekan ke-25 Liga Italia 2018-2019, Minggu (24/2/2019) dini hari WIB. Edin Dzeko tampil sebagai pahlawan dengan mencetak gol kemenangan pada menit-menit akhir babak kedua, dilansir KamusJudi.

Jalannya Pertandingan

Babak Pertama

Frosinone unggul lebih dulu di menit kelima. Tembakan Camillo Ciano gagal ditangkap dengan sempurna oleh Robin Olsen. Gol berawal dari kesalahan umpan Stevan N’Zonzi hingga bola berhasil diserobot Ciano yang langsung melepaskan tembakan keras ke arah gawang.

AS Roma sukses menyamakan kedudukan lewat gol Edin Dzeko di menit ke-30. Gol berawal dari kegigihan penyerang asal Bosnia Herzegovina itu untuk merebut bola di kotak penalti Frosinone. Tendangannya kemudian gagal diselamatkan oleh Marco Sportiello.

Lorenzo Pellegrini membalikkan keadaan menjadi 2-1 untuk AS Roma (Foto: AS Roma/Twitter)

I Giallorossi berbalik unggul semenit kemudian lewat sentuhan ringan Lorenzo Pellegrini menyambut umpan silang mendatar Stephan El Shaarawy. Skor 2-1 untuk keunggulan AS Roma bertahan hingga turun minum.

[ Baca Juga : Indra Sjafri: Vietnam Tim Kuat, tetapi Bisa Dikalahkan ]

Babak Kedua

Keunggulan tipis itu membuat anak asuh Eusebio Di Francesco tidak mengendurkan tekanan di babak kedua. Sebab, tiga poin akan makin mendekatkan poin mereka ke AC Milan yang menghuni peringkat empat dengan koleksi 45 angka.

Sayangnya, tuan rumah sukses mencetak gol penyeimbang di menit ke-80 lewat pemain pengganti Andrea Pinamonti. Serangan balik kilat dari Canarini –julukan Frosinone- gagal diantisipasi dengan baik oleh lini belakang AS Roma.

Frosinone vs AS Roma (Foto: AS Roma/Twitter)

Dzeko tampil sebagai pahlawan dengan mencetak gol kemenangan di menit kelima injury time. Mantan penyerang Manchester City itu sukses mendorong bola masuk ke gawang dengan menggunakan pahanya guna menyambut umpan silang El Shaarawy.

Berikut susunan pemain Frosinone vs AS Roma di Liga Italia 2018-2019, Minggu (24/2/2019)

Frosinone: Marco Sportiello; Edoardo Goldaniga, Bartosz Salamon, Marco Capuano; Francesco Zampano, Raman Chibsah (Trotta 85’), Federico Viviani, Francesco Cassata, Andrea Beghetto (Molinaro 60’); Camillo Ciano, Daniel Ciofani (Pinamonti 67’)

Pelatih: Marco Baroni

AS Roma: Robin Olsen; Davide Santon, Kostas Manolas (Fazio 77’), Ivan Marcano, Aleksandar Kolarov; Steven Nzonzi (Cristante 66’), Daniele De Rossi; Diego Perotti (Zaniolo 65’), Lorenzo Pellegrini, Stephan El Shaarawy; Edin Dzeko

Pelatih: Eusebio Di Francesco

post image

Berita Bola,  Indra Sjafri: Vietnam Tim Kuat, tetapi Bisa Dikalahkan

 Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-22 bakal menghadapi lawan berat di babak semifinal Piala AFF 2019, yakni Vietnam. Sebab, anak asuh Nguyen Quoc Tuan itu lolos sebagai juara Grup A dengan mengemas tujuh poin dari tiga laga.

Meski berat, pelatih Timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri mengaku tidak gentar dengan Vietnam. Sebab, The Golden Stars masih cukup realistis untuk dikalahkan. Apalagi, pria asal Sumatera Barat itu mengincar gelar juara di Piala AFF U-22 2019.

Indra Sjafri juga sedikit banyak sudah tahu kekuatan Timnas Vietnam U-22. Pasalnya, ia beberapa kali bertemu dengan para penggawa Timnas Vietnam U-19 yang saat ini menghuni tim asuhan Nguyen Quoc Tuan.

[ Baca Juga : Chelsea Ditahan Malmo Tanpa Gol di Babak Pertama ]

Timnas Vietnam U-22 (Foto: laman resmi AFF)

“Lawan semifinal kami akan bertemu Vietnam. Saya pernah bertemu Vietnam beberapa kali saat di Timnas U-19,” ujar Indra Sjafri di situs resmi PSSI, Sabtu (23/2/2019), dilansir KamusJudi..

“Mereka tim bagus, kuat tapi bukan berarti bisa dikalahkan. Oleh karena itu kami harus optimis,” pungkas pelatih berusia 56 tahun itu.

Pelatih Timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri (Foto: laman resmi PSSI)

Laga semifinal akan dimainkan pada Minggu 24 Februari 2019 sore WIB. Timnas Indonesia U-22 hanya punya waktu dua hari untuk mempersiapkan diri sebelum pertandingan melawan salah satu kandidat kuat juara tersebut.

post image

Berita Bola,  Chelsea Ditahan Malmo Tanpa Gol di Babak Pertama

Chelsea hanya bisa bermain imbang tanpa gol kala menjamu Malmo di babak pertama dalam lanjutan Liga Eropa 2018-2019. Dalam laga ini, Chelsea sebenarnya menguasai bola dan mendominasi laga. Akan tetapi, tim berjuluk The Blues itu masih belum bisa memaksimalkan peluang yang didapat.

Jalannya Pertandingan

Babak Pertama:

Laga dimulai dengan serangan yang lebih dulu dibangun para pemain Chelsea. Bertindak sebagai tuan rumah, Chelsea tentu tak ingin dipermalukan seperti pada laga sebelumnya melawan Man United dengan tumbang 0-2 di ajang Piala FA. Skuad asuhan Maurizio Sarri itu memainkan umpan-umpan pendek, meski mereka tak bisa dengan mudah membongkar pertahanan Malmo.

Chelsea baru mendapat peluang pertamanya di menit ketujuh. N’Golo Kante melepaskan umpan silang ke dalam kotak penalti Malmo. Si kulit bundar kemudian disambut Olivier Giroud dengan sundulannya. Akan tetapi, bola sundulan Giroud masih melambung di atas msitar gawang Malmo, dilansir KamusJudi.

[ Baca Juga : Pelatih Malaysia Akui Jadikan Bola Mati Sebagai Senjata Saat Hadapi Indonesia ]

Chelsea vs Malmo

Gagal pada peluang pertama tak lantas membuat Chelsea merasa minder. Mereka tetap menguasai bola dan berupaya kembali membangun serangan. Meski demikian, pertahanan Malmu tak mudah untuk ditembus. Chelsea mendapat peluang cukup bagus di menit ke-21 kala Callum Hudson-Odoi melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Sayangnya, laju bola masih bisa dihentikan Johan Dahlin.

Pada laga ini, Chelsea sebenarnya cukup giat melakukan serangan. Akan tetapi, disiplinnya lini pertahanan Malmo membuat tuan rumah tak bisa bicara banyak. Seperti yang terjadi di menit ke-33 kala Cesar Azpilicueta menyambar umpan tarik Kante. Meski bola sudah mengarah ke gawang, namun Dahlin masih sigap menghalaunya. Pada akhirnya babak pertama usai tanpa gol.

Susunan Pemain

Chelsea: Willy Caballero, Cesar Azpilicueta (c), Antonio Rudiger, Andreas Christensen, Emerson Palmieri; N’Golo Kante, Mateo Kovacic, Ross Barkley; Willian, Giroud, Callum Hudson-Odoi.

Malmo: Johan Dahlin; Andreas Vindheim, Lasse Nielsen, Rasmus Bengtsson, Behrang Safari, Soren Rieks; Anders Christiansen, Fouad Bachirou, Arnor Ingvi Traustason; Markus Rosenberg (c), Marcus Antonsson.

post image

Berita Bola,  Pelatih Malaysia Akui Jadikan Bola Mati Sebagai Senjata Saat Hadapi Indonesia

Timnas Indonesia kembali meraih hasil imbang di fase grup Piala AFF U-22 2019. Bertemu Malaysia di matchday kedua, Witan Sulaiman dan rekan-rekan gagal meraih poin penuh usai diimbangi sang lawan 2-2 pada laga yang dilangsungkan di Olympic Stadium, Rabu 20 Februari 2019 malam WIB.

Dua gol Indonesia pada laga itu masing-masing dicetak oleh Marinus Wanewar (53’) dan Witan Sulaiman (77’). Sayang, Indonesia gagal mempertahankan keunggulan mereka. Malaysia mampu mencuri dua gol yang semua tercipta dari skema bola mati.

[ Baca Juga : Liverpool diimbangi Bayern, Klopp: Ini Bukan Hasil Terburuk ]

Pelatih Malaysia, Ong Kim Swee, mengakui jika bola-bola mati memang menjadi senjata timnya untuk menghadapi pasukan Indra Sjafri. Ia mengaku harus menyederhanakan permainan Malaysia, dan memaksimalkan kelebihan dari pemainnya, yakni menciptakan gol melalui peluang bola mati.

“Itu yang coba kami asah (skema bola mati), karena itu adalah kelebihan mereka. Semua tahu bahwa kami tidak memiliki pemain secara lengkap saat ini. Dengan kondisi seperti itu, maka tidak bisa untuk kami memainkan sepakbola yang bagus, kami butuh melakukan apa yang kami lakukan. Jadi dua bola mati tersebut adalah contoh yang bagus bahwa mereka bisa tampil berbeda,” ujar Ong Kim Wee, melansir dari KamusJudi.

Hasil ini membuat pasukan Garuda Muda berada di peringkat kedua klasemen sementara Grup B dengan koleksi dua poin. Sementara puncak klasemen ditempati tim tuan rumah, Kamboja yang sukses menyapu dua laga dengan kemenangan.

post image

Berita Bola,  Liverpool diimbangi Bayern, Klopp: Ini Bukan Hasil Terburuk

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengatakan hasil imbang yang diraih timnya saat menjamu Bayern Munich di babak 16 besar Liga Champions tidaklah terlalu buruk. Seperti diketahui, Liverpool gagal memanfaatkan laga kandang usai diimbangi Bayern 0-0 di Anfield Stadium, Rabu (20/2/2019).

Akan tetapi, hasil ini juga bukan sesuatu yang baik bagi Mohammed Salah dan kolega. Pasalnya, pada leg kedua nanti mereka akan bertandang ke markas Bayern, Allianz Arena, yang terkenal cukup angker.

[ Baca Juga : Ini yang Bikin Timnas Indonesia U-22 Kesulitan Hadapi Myanmar ]

“Itu bukan hasil yang kami inginkan, begitulah adanya. Kami memiliki beberapa peluang bagus. 0-0 adalah hasil imbang terbaik yang bisa Anda miliki. Ini tidak sempurna, tetapi juga bukan hasil terburuk,” jelas Klopp, melansir dari KamusJudi.

Pelatih asal Jerman itu menilai timnya terlalu bermain pasif di sepanjang pertandingan. Hal itu yang membuat Liverpool kesulitan untuk menembus lini pertatananan Bayern. Akan tetapi, meski mendapat hail kurang memuaskan di laga kandang mereka, Klopp optimis peluang timnya untuk lolos masih cukup besar.

“Kami agak terlalu pasif, terutama di posisi pertahanan yang luas. Sebuah gol akan mengubah permainan, saya yakin Bayern melihatnya dengan cara yang sama. Ini bukan hasil terburuk bagi kedua tim. Kami ingin mendapatkan hasil yang membuat kita merasa seperti kita masih dalam kompetisi, dan saya merasa kami sudah melakukan itu,” tutupnya.

post image

Berita Bola,  Ini yang Bikin Timnas Indonesia U-22 Kesulitan Hadapi Myanmar

Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-22 harus puas hanya bermain imbang dengan skor 1-1 kala berhadapan dengan Myanmar di laga perdana Piala AFF U-22 2019. Menanggapi hasil tersebut, Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri, mengakui kalau anak asuhnya kesulitan menghadapi permainan Myanmar.

Indra menjelaskan kalau pemain Myanmar menerapkan strategi pressing tinggi. Hal itu membuat skuad Garuda Muda kesulitan mengembangkan permainan. Pasalnya, Hanif Syahbandi dan kolega tidak diberi waktu lama untuk memegang bola, lantaran pemain Myanmar sudah langsung menyergap untuk merebut si kulit bundar.

Timnas Indonesia U-22 vs Myanmar

[ Baca Juga : Man United Ingin Ulangi Kejayaan 20 Tahun Silam saat Jumpa Chelsea ]

“Myanmar main ngotot dan pressure tinggi. Itu alasan kami sulit mengembangkan permainan di awal-awal. Pasti akan ada evaluasi usai laga ini,” terang Indra Sjafri, seperti dilansir dari KamusJudi.

Konferensi Pers Timnas Indonesia U-22

Pada pertandingan berikutnya, Indonesia akan berhadapan dengan Malaysia. Laga tersebut bakal dimainkan pada Rabu 20 Februari 2019. Indra Sjafri menilai laga melawan Malaysia akan sulit untuk dilalui. Akan tetapi, ia cukup percaya diri bisa mengatasi perlawanan Harimau Malaya lantaran sudah memiliki banyak pengalaman bertanding melawan mereka.

“Saya punya banyak pengalaman bahwa ketika menghadapi Malaysia pada laga selanjutnya selalu berat. Tapi, kita akan tetap terapkan attacking game dan target harus menang,” lanjut Indra Sjafri.

1 2 3