Month: November 2018

post image

 

Berita Bola,  Del Piero Bicara Perbedaan Juventus saat Ini dengan Skuad 23 Tahun Lalu

Pesepakbola legenda Juventus, Alessandro Del Piero, mengungkapkan perbedaan skuad Juventus saat ini dengan 23 tahun lalu, musim terakhir di mana Bianconeri –julukan Juventus– menjuarai Liga Champions (1995-1996). Del Piero menyebut skuad Juventus saat ini jauh lebih matang ketimbang 23 tahun lalu.

Hal itu karena skuad Juventus saat ini lebih berpengalaman perihal meraih trofi. Bagaimana tidak, dalam kurun tujuh musim terakhir, Juventus keluar sebagai kampiun Liga Italia. Bandingkan dengan ketika Del Piero berseragam Juventus pada 1995-1996.

Del Piero

 

Saat itu, Juventus hanya menyabet satu trofi Liga Italia dalam kurun 1986-1987 hingga 1995-1996. Meski paceklik gelar di kompetisi domestik, Bianconeri dapat berjaya di Liga Champions, yang mana mereka keluar sebagai kampiun setelah di partai puncak mengalahkan Ajax Amsterdam via adu penalti.

 

[ Baca Juga : Vigit Waluyo Disebut Jadi Dalang Pengaturan Skor Sepakbola Indonesia ]

Karena itu, Del Piero berharap skuad Juventus saat ini dapat mengulangi sukses timnya pada 1995-1996. Peluang Juventus menjadi yang terbaik di Liga Champions 2018-2019 sebenarnya terbuka lebar.

Selain sudah memastikan tempat di 16 besar Liga Champions 2018-2019, Juventus memiliki pemain sekaliber Cristiano Ronaldo. Kehadiran Ronaldo merupakan modal penting bagi Juventus, mengingat pesepakbola 33 tahun itu tercatat lima kali menyabet trofi si Kuping Besar.

“Juventus saat ini memulai dengan situasi yang berbeda, yang mana mereka keluar sebagai kampiun Liga Italia dalam tujuh musim beruntun. Sementara itu, ketika saya membela Juventus, skuad Juventus banyak sekali dihuni pemain muda. Saat itu, kami meraih satu trofi Liga Italia dalam kurun sembilan tahun. Meski awalannya berbeda, kami harap akhirannya tetap sama (trofi juara Liga Champions),” kata Del Piero mengutip dari KamusJudi.

post image

Berita Bola,  Vigit Waluyo Disebut Jadi Dalang Pengaturan Skor Sepakbola Indonesia

Nama Vigit Waluyo kembali disebut sebagai dalang pengaturan skor sepakbola Indonesia alias sepkabola gajah. Hal itu diungkapkan mantan dalang pengaturan skor sepakbola Indonesia yakni Bambang Suryo.

Ia menyebut Vigit memiliki peran yang kuat dalam permasalahan pengaturan sepakbola di Indonesia, terutama di kompetisi Liga 2.

“Saya sebutkan salah satu nama yang saya bilang sontoloyo tadi itu Vigit Waluyo. Vigit adalah pengelola Mojokerto Putra. Dia ada di Solo dan Jogja.  langsung dengan Vigit Waluyo,” ungkap Bambang, dalam salah satu acara talkshow televisi di Jakarta, dilansir KamusJudi.

Dugaan terhadap nama Vigit Waluyo muncul kala Mojokerto Putra melawan Aceh United pada Grup A 8 besar Liga 2 2018. Saat itu, Mojokerto Putra mendapat peluang untuk menyamakan kedudukan dari ketertinggalan 2-3 melalui tendangan penalti.

[ Baca Juga : Mourinho Puji Penyelamatan Fenomenal De Gea ]

Akan tetapi Krisna yang menjadi eksekutor gagal melakukannya. Kejanggalan pun muncul kala Krisna sujud syukur atas kegagalan tersebut. Nama Vigit sendiri bukan hal yang asing. Sebab beberapa tahun lalu, ia sempat terlibat masalah sepakbola gajah antara PSS Sleman vs PSIS Semarang.

PSSI (Foto: Tatang/Okezone)

Pernyataan Bambang terkait nama Vigit karena ia merespons klaim anggota Excp PSSI yakni Gusti Randa yag mengatakan PSSI sudah bekerja keras untuk memberantas pengaturan skor di sepakbola Indonesia. Namun, hal itu dibantah keras oleh Vigit.

“Jelas PSSI tahu, di Sleman di Jogja kan ada orang Exco juga, ada Johar Lin Eng, dan banyak lainnya,” tukasnya.

post image

Berita Bola,  Mourinho Puji Penyelamatan Fenomenal De Gea

Manajer Manchester United, Jose Mourinho, menyanjung penyelamatan kelas dunia yang dilakukan oleh penjaga gawang andalannya, David de Gea. Kiper berpaspor Spanyol itu mampu mencegat bola tepat di garis gawang saat laga matchday kelima Liga Champions 2018-2019 kontra Young Boys.

Skor kacamata menghiasi jalannya laga yang dihelat di Stadion Old Trafford tersebut pada babak pertama. Pada menit ke-71, Young Boys mendapat peluang lewat tembakan Ulisses Garcia yang sedikit berbelok arah.

Man United vs Young Boys

Bola terlihat akan masuk ke gawang. Namun, David De Gea dengan sigap menghalaunya tepat di garis gawang. Penyelamatan tersebut terbukti sangat krusial karena United mampu mencetak gol kemenangan di menit-menit akhir lewat Marouane Fellaini.

[ Baca Juga : Jadwal Siaran Langsung Liga Champions Rabu 28 November 2018 ]

“Dari posisi saya berdiri, saya pikir penyelamatan David (De Gea) sangat fenomenal. Sebuah penyelamatan yang hanya bisa dilakukan oleh penjaga gawang terbaik di dunia dan bisa memberikan timnya peluang untuk menang,” ujar Jose Mourinho, dilansir dari KamusJudi.

“Dia adalah pemain kelas dunia. Dia adalah kiper terbaik di dunia dan kami membutuhkannya. Kami punya kiper terbaik di dunia dan saya tahu dia ingin bertahan,” imbuh pelatih asal Setubal, Portugal, itu.

Man United vs Young Boys

Kalimat terakhir Jose Mourinho itu seakan menepis rumor bahwa David De Gea akan hengkang. Sebab, kontrak mantan penjaga gawang Atletico Madrid itu akan habis pada Juni 2019 dan belum ada tanda-tanda diperpanjang dalam waktu dekat.

post image

Berita Bola,  Jadwal Siaran Langsung Liga Champions Rabu 28 November 2018

LIGA Champions 2018-2019 kembali bergulir dini hari nanti. Sebanyak delapan pertandingan bakal digelar dan dua di antaranya disiarkan langsung oleh stasiun televisi kesayangan Anda, RCTI.

Pertandingan pertama yang disiarkan ialah laga yang mempertemukan AEK Athena vs Ajax Amsterdam. Bagi Die Amsterdammers –julukan Ajax, kemenangan akan meloloskan mereka ke 16 besar Liga Champions 2018-2019.

Ajax Amsterdam

Bagaimana dengan AEK? Meski sudah dipastikan gagal lolos ke 16 besar Liga Champions, wakil Yunani itu masih memiliki peluang melaju ke babak 32 besar Liga Eropa 2018-2019 asalkan menang di dua laga tersisa.

[ Baca Juga : Lewat Twitter, Luis Milla Hibur Penggawa Timnas Indonesia ]

Laga lanjutan Grup E Liga Champions 2018-2019 itu akan disiarkan langsung oleh RCTI pada Rabu 28 November 2018 mulai pukul 00.55 dini hari WIB. Kemudian, laga lain yang disiarkan RCTI ialah pertandingan yang mempertemukan Juventus vs Valencia, dilansir KamusJudi.

Setelah melewati empat pertandingan, Bianconeri –julukan Juventus– duduk di puncak dengan koleksi sembilan angka, unggul empat poin dari Valencia di posisi tiga. Juventus hanya butuh hasil imbang atas Valencia untuk memastikan satu tempat di 16 besar.

Ronaldo Buka Keran Gol, Juventus Bekuk SPAL di Allianz Stadium

Meski begitu, bukan berarti Juventus tidak membidik kemenangan. Tim asuhan Massimiliano Allegri tetap membidik kemenangan di dua laga tersisa demi keluar sebagai juara grup. Laga Juventus vs Valencia dapat disaksikan di RCTI pada Rabu 28 November 2018 mulai pukul 03.00 dini hari WIB.

Berikut jadwal siaran langsung Liga Champions 2018-2019 di RCTI, Rabu 28 November 2018:

AEK Athena vs Ajax Amsterdam (Rabu 28 November pukul 00.55 dini hari WIB)

Juventus vs Valencia, (Rabu 28 November 2018 pukul 03.00 dini hari WIB)

post image

Berita Bola,  Lewat Twitter, Luis Milla Hibur Penggawa Timnas Indonesia

Kiprah Tim Nasional (Timnas) Indonesia di Piala AFF 2018 resmi berakhir. Skuad Garuda kembali gagal memenuhi ambisi untuk menjuarai turnamen bergengsi di Asia Tenggara tersebut untuk yang kesekian kalinya.

Kepastian tersebut didapat setelah Timnas Thailand diimbangi Filipina 1-1 pada laga yang berlangsung di Stadion Panaad, Bacolod City, pekan lalu. Laga terakhir Timnas Indonesia vs Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Minggu 25 November 2018 pun sudah tidak berarti apa-apa bagi anak asuh Bima Sakti.

Luis Milla

Kesedihan sudah pasti dirasakan oleh Evan Dimas dan kawan-kawan. Apalagi, PSSI membebani skuad dengan target juara. Namun, para penggawa Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2018 mendapat penghiburan dari mantan pelatih mereka di Asian Games, yaitu Luis Milla.

[ Baca Juga : Bantai Watford 3-0, Klopp Bangga dengan Performa Liverpool ]

“Tegakkan kepala dan terus maju. Masa depan cerah menanti,” cuit Luis Milla lewat akun Twitter pribadinya, Senin (26/11/2018), dilansir kamusJudi.

Luis Milla

Pria berpaspor Spanyol itu bukan sekali ini saja menyatakan dukungan bagi skuad Garuda. Luis Milla sebelumnya menyatakan akan menjadi pendukung bagi Timnas Indonesia jelang pergelaran Piala AFF 2018.

“Semoga beruntung kawan! Mulai sekarang saya akan selalu menjadi pendukung Timnas Indonesia!” tulis Luis Milla di akun Instagram pada 9 November 2018.

post image

Berita Bola,  Bantai Watford 3-0, Klopp Bangga dengan Performa Liverpool

Liverpool kembali menorehkan hasil manis pada pekan ke-13 Liga Inggris 2018-2019 saat menang 3-0 atas Watford di Vicarage Road, Sabtu 24 November 2018, malam WIB. menilik pada hasil dan juga jalannya pertandingan itu, maka Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, pun merasa bangga dengan penampilan para pemain asuhannya.

Menurut Klopp, Liverpool telah tampil amat dewasa di kandang Watford dengan penguasaan bola yang mencapai 59%. Klopp berpandangan bahwa Liverpool di eranya belum pernah melakukan hal itu di Vicarage Road. Oleh sebab itu, Klopp pun amat senang dengan kemenangan serta penampilan Liverpool.

Liverpool (Foto: Reuters)

[ Baca Juga : Stefano Lilipay Ungkap Penyebab Kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2018 ]

Liverpool memang tampak amat dominan di pertandingan itu dengan tiga gol yang bersarang ke gawang Wartford di babak kedua. Gol-gol Liverpool itu diciptakan oleh Mohamed Salah (67’), Trent Alexander-Arnold (76’) dan Roberto Firmino (89’).

“Itu adalah penampilan yang benar-benar dewasa. Saya tidak yakin kami memiliki penguasaan bola sabanyak itu di masa lalu ketika bermain di sini (Vicarage Road). Kami benar-benar mengendalikannya hari ini,” ungkap Klopp, seperti yang dilansir KamusJudi.

Watford vs Liverpool (Foto: Twitter Liverpool)

“Saya suka itu (penguasaan bola yang banyak). Dalam pertandingan serupa tahun lalu kami tidak begitu meyakinkan. Mereka memiliki momen (mencetak gol) tetapi Anda tidak dapat menghentikan itu. Mengendalikannya dan tetap dalam mode itu, menjadi positif, itu baru adalah kami,” tutup pelatih berdarah Jerman tersebut.

post image

 

Berita Bola,  Stefano Lilipay Ungkap Penyebab Kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2018

Kiprah tim nasional (Timnas) Indonesia di gelaran Piala AFF 2018 memang jauh dari kata mengesankan. Bahkan Skuad Garuda –julukan Timnas Indonesia– dipastikan gagal lolos ke babak semifinal Piala AFF 2018.

Ya, Timnas Indonesia dipastikan gagal lanjut ke semifinal Piala AFF 2018 lantaran sudah takkan bisa mengejar defisit poin dari Thailand dan Filipina. Timnas Indonesia sendiri saat ini masih menghuni posisi keempat pada klasemen sementara Grup B Piala AFF 2018 dengan perolehan tiga poin.

Timnas Indonesia

Salah satu personel Timnas Indonesia, Stefano Lilipaly, pun mengumbar alasan di balik kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2018. Lilipaly tak menampik kekalahan Timnas Indonesia dari Thailand jadi penyebab mereka gagal lolos ke semifinal Piala AFF 2018.

[ Baca Juga : Singapura Yakin Ciptakan Kejutan di Laga Lawan Thailand ]

“Persiapan kami bagus, pelatih kami pun juga bagus. Kami begitu antusias, dan saya pikir melihat permainan yang kami berikan, kami layak untuk bisa mendapatkan yang lebih baik, terutama saat menghadapi Thailand,” ucap Lilipaly, seperti dikutip KamusJudi.

Timnas Indonesia

“Kami bermain bagus di babak pertama, mereka dapatkan dua gol karena keberuntungan dari tendangan sudut dan situasi tendangan bebas. Itu yang membuat semua menjadi buruk. Mereka beruntung, tapi kami bermain lebih baik,” sambungnya.

“Mereka bermain di kandang, tapi kami sebenarnya bermain lebih baik daripada Thailand. Inilah yang terjadi, mereka menang, dan kami terlihat tidak bermain bagus, tapi sebenarnya kami bermain bagus di babak pertama,” tuntas pemain yang merumput bersama Bali United tersebut.

post image

Berita Bola,  Singapura Yakin Ciptakan Kejutan di Laga Lawan Thailand

Sebuah pertandingan hidup-mati bakal dijalani tim nasional (Timnas) Singapura di gelaran Piala AFF 2018. Ya, Timnas Singapura diwajibkan untuk bisa memenangkan laga pamungkas Grup B Piala AFF 2018 saat melawan Thailand.

Ya, nasib Timnas Singapura untuk bisa lolos ke babak semifinal Piala AFF 2018 tengah berada di ujung tanduk saat ini. Pasalnya tim asuhan Fandi Ahmad tersebut diwajibkan untuk bisa memetik poin penuh saat bertandang ke markas Thailand, yakni Rajamangala Stadium, pada Minggu 25 November 2018.

Timnas Singapura

Hasil imbang pun sebenarnya sudah cukup membantu Timnas Singapura lolos ke semifinal Piala AFF 2018, namun dengan catataan Filipina gagal memetik poin ketika bertandang ke markas Timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada saat bersamaan.

[ Baca Juga : Sven-Goran Eriksson Yakin Filipina Kalahkan Timnas Indonesia ]

Akan tetapi penyerang muda milik Timnas Singapura, Ikhsan Fandi, nampaknya tidak ingin mengambil langkah berisiko tersebut. Penyerang berusia 19 tahun tersebut tetap percaya Timnas Singapura bisa meraih kemenangan saat menghadapi Thailand pada akhir pekan ini.

Timnas Thailand

“Jujur saja, saya tidak ingin kita terlalu berharap dengan apa yang didapat tim lain untuk menentukan nasib kita di sini (Piala AFF 2018). Kami tetap menargetkan kemenangan di laga besok (melawan Thailand),” ucap Ikhsan, seperti dikutip dari KamusJudi.

“Terlebih, dalam sepakbola segalanya masih mungkin terjadi. Meski saya mengakui bahwa meraih kemenangan di Bangkok bukanlah hal mudah. Namun selama kita percaya pada diri sendiri, saya rasa segalanya mungkin saja, termasuk meraih kemenangan di sana,” tutupnya.

post image

Berita Bola,  Sven-Goran Eriksson Yakin Filipina Kalahkan Timnas Indonesia

Tim Nasional (Timnas) Filipina terus menjaga asa untuk bisa lolos ke semifinal Piala AFF 2018 usai mereka mengimbangi Timnas Thailand 1-1 dalam laga lanjutan penyisihan Grup B. Bermodalkan hal tersebut, Pelatih Timnas Filipina, Sven-Goran Eriksson, yakin kalau anak-anak asuhnya mampu menumbangkan Timnas Indonesia di laga pemungkas pada Minggu 25 November 2018.

Pada laga melawan Thailand tersebut, Filipina sebenarnya kebobolan lebih dulu di menit ke-56. Akan tetapi, pada menit ke-81 Jovin Bedic mencetak gol penyama kedudukan. Secara keseluruhan, performa Filipina pun bisa dikatakan solid, yang mana itu membuat Eriksson percaya diri.

Filipina vs Thailand

Laga kontra Indonesia sejatinya adalah laga yang menentukan untuk Filipina. Pasalnya, jika pada laga tersebut mereka kalah, dan di sisi lain Singapura memetik kemenangan atas Thailand, maka Filipina pun akan gugur. Maka dari itu, pada laga melawan Indonesia nanti, Eriksson memasang target kemenangan demi menjaga peluang lolos ke semifinal.

Sven-Goran Eriksson

“Kami telah bermain sangat baik selama 90 menit, dan kami tampil lebih bagus di pertandingan ini (melawan Thailand). Hasil imbang tidak jadi masalah, meski sebenarnya kami bisa memenangi laga ini. Saya pikir kami bermain bagus melawan tim yang kuat,” tutur Eriksson, mengutip dari KamusJudi.

“Jika kami bermain seperti itu (saat menghadapi Indonesia), kami akan bisa lolos ke semifinal. Saya pikir ini adalah penampilan kami yang sangat bagus,” lanjut pelatih berpaspor Swedia itu.

post image

Berita Bola,  Selebrasi ala Conor McGregor, Ini Alasan Marko Simic

Striker Persija Jakarta, Marko Simic, melakukan selebrasi yang unik selepas mencetak gol ke gawang Persela Lamongan dalam laga lanjutan Liga 1 2018 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa 20 November 2018 sore WIB. Simic pun buka suara soal selebrasi ala petarung UFC, Conor McGregor, saat mengalahkan lawannya di atas ring.

Menurut Simic, tak ada alasan atau makna khusus dari selebrasi yang dilakukannya tersebut. Striker berusia 30 tahun itu menirukan gaya McGregor semata-mata hanya sebagai sebuah candaan yang dilakukan lantaran bertaruh dengan temannya.

Marko Simic

[ Baca Juga : Lolos ke Semifinal UNL A 2018-2019, Van Dijk: Belanda Harus Bangga! ]

Terlepas dari selebrasi ala McGregor yang dilakukannya dalam laga tersebut, Simic mengaku lega bisa mencetak gol di laga Persela. Sebab, gol yang dicetaknya pada menit ke-72 itu membuat Persija semakin memperbesar skor kemenangannya menjadi 3-0 atas tim tamunya.

Selain mengantarkan Persija menang, gol tersebut juga memiliki arti lain untuk Simic. Menurutnya, gol tersebut turut menepis isu kepindahannya dari Macan Kemayoran –julukan Persija– yang terus berembus kencang belakangan ini.

Marko Simic

“Saya bertaruh dengan teman saya, ini hanya candaan dengan teman saya. Ketika ada banyak kritik kepada saya dan ada banyak yang bilang ‘Simic Out’. Saya masih punya sisa kontrak satu tahun. Kami akan negosiasi perpanjangan tiga tahun lagi, jadi ini gol jadi bukti mungkin saya akan bertahan lama di sini,” ujar Simic, sebagaimana dikutip dari KamusJudi.

1 2 3