Month: January 2018

post image

Berita Bola, Edmilson Optimis Performa Coutinho Bersama Barcelona Bakal Membaik

Mantan pemain Barcelona, Edmilson, coba mengomentari performa buruk yang ditunjukkan oleh Philippe Coutinho. Pria asal Brasil tersebut yakin bahwa penampilan Coutinho bakal semakin membaik dalam beberapa waktu ke depan.

Coutinho sendiri resmi berseragam Barca pada bursa transfer musim dingin 2018. Personel Timnas Brasil tersebut diboyong oleh manajemen Barca dari Liverpool dengan nilai transfer sebesar 120 juta euro atau sekira Rp1.9 triliun.

Coutinho mampu mendapatkan pujian terhadap penampilan debutnya ketika Barca mampu menang 2-0 atas Espanyol dalam ajang Copa del Rey. Namun performa apik Coutinho itu justru tak berlanjut ketika ia tampil sejak menit awal ketika Barca kontra Deportivo Alaves.

Coutinho praktis tidak memberikan kontribusi apapun di laga tersebut. Padahal ketika dirinya tengah bermain, Barca dalam keadaan tertinggal 0-1 dari Alaves. Baru saat dirinya ditarik keluar, performa Barca membaik dan bahkan mampu membalikan keadaan untuk menang 2-1.

[ Baca Juga – Modric: Madrid Tak Gentar Hadapi PSG ]

Hal tersebut pun membuat sejumlah pengamat tidak segan untuk melemparkan kritikannya terhadap penampilan Coutinho di laga dini hari tadi. Namun bagi Edmilson, Coutinho hanya butuh beberapa saat untuk bisa beradaptasi dengan gaya bermain yang dianut oleh Barca.

“Dia (Coutinho) bermain di sisi kanan untuk Brasil kadang-kadang, dengan Neymar di kiri, Gabriel Jesus di tengah, dan dia di kanan. Dia bermain bagus di sana bersama Titi dan gaya permainannya berjalan dengan baik,” ucap Edmilson, seperti disadur dari Kamus Judi.

“Saya merasa bahwa dia merupakan salah satu pemain yang mempunyai kualitas teknik sangat luar biasa, dan dia bisa beradaptasi dengan cepat, namun dia masih membutuhkan ritme pertandingan. Dia akan membaik,” sambungnya.

“Dia menyadari bahwa sejak awal musim panas bahwa dia sangat menginginkan datang ke sini, dia mengetahui betul seperti apa permainan dan sistem yang diterapkan Barcelona,” tuntas pria berusia 41 tahun tersebut.

post image

Berita Bola, Modric: Madrid Tak Gentar Hadapi PSG

Meski dalam beberapa waktu belakangan Real Madrid kerap tampil di bawah ekspektasi, namun gelandang mereka, Luka Modric, tetap yakin kalau timnya akan meraih hasil maksimal di ajang Liga Champions 2017-2018. Klub berjuluk Los Blancos itu akan berjumpa dengan klub kaya raya asal Prancis, Paris Saint-Germain (PSG), di babak 16 besar.

Untuk bisa menyelamatkan musim ini, Madrid tentunya harus memberikan seluruh kemampuan terbaiknya di ajang Liga Champions. Pasalnya, turnamen tersebut menjadi satu-satunya yang masih memberikan peluang bagi Sergio Ramos dan kolega untuk mengangkat trofi.

elang laga melawan PSG, Modric menjelaskan bahwa timnya tidak akan gentar berhadapan dengan mereka. Meski saat ini nasib Madrid berada di ujung tanduk dan memiliki tekanan besar untuk bisa memenangkan kejuaraan, namun hal tersebut diakuinya tak akan berpengaruh pada kondisi mental para pemain.

Justru sebaliknya, Modric percaya akan kemampuan yang dimiliki timnya. Pasalnya, Madrid merupakan satu-satunya tim yang mampu mengukir sejarah dengan menjuarai Liga Champions dengan format baru secara-berturut-turut.

[ Baca Juga – Conte Santai Tanggapi Isu Pemecatannya dari Chelsea ]

Modric pun yakin bahwa di sisi lain, PSG juga tak akan memandang Madrid sebelah mata. Karena meskipun saat ini Los Blancos berada di kondisi yang tidak stabil, namun ia percaya Madrid masih bisa membuat kejutan.

“PSG? Saya pikir semua orang menghormati Madrid, tidak ada satu pun yang senang melawan kami dan kami harap hasil ini (menang 4-1 atas Valencia) akan membantu kami menyiapkan pertandingan lebih baik (melawan PSG),” jelas Modric, mengutip dari Kamus Judi.

“Takut? Itu tidak berlaku dalam sepakbola, utamanya bagi Real Madrid. Kami satu-satunya tim yang memenangkan Liga Champions dua kali beruntun. Mengapa kami harus takut?,” lanjut kapten Timnas Kroasia itu.

“Rentetan hasil buruk? Apa yang terjadi kepada kami dalam beberapa pertandingan terakhir bukan karena masalah fisik. Kami harus bertahan dan menutup ruang lebih baik,” tandas Modric.

post image

Berita Bola, Conte Santai Tanggapi Isu Pemecatannya dari Chelsea

Manajer Chelsea, Antonio Conte, mengaku santai dengan karier kepelatihannya di Stamford Bridge. Hal tersebut ia ungkapkan meski sejumlah spekulasi mengatakan karier pelatih berkebangsaan Italia tersebut sedang berada di bawah ancaman serius.

Conte dinilai telah mengecawakan atasannya dengan komentar publik yang telah dibuatnya mengenai kebijakan transfer klub pada awal pekan ini. Conte mengatakan bahwa pemain yang telah bergabung dengan Liga Inggris sebelumnya bukanlah menjadi target pemain yang akan ia bawa pada musim panas ini.

Beberapa media Inggris mengaku bahwa pemikik klub, Roman Abramovich sudah menyusun pilihan untuk mencari pengganti Conte. Pasalnya pada pertengahan pekan kemarin The Blues –julukan Chelsea- baru saja mengalami kekalahan saat berhadapan dengan Arsenal yang membuatnya gugur dalam kompetisi Piala Liga Inggris.

[ Baca Juga – Mourinho Puji Sanchez sebagai Pemain Serbabisa ]

Mendengar berbagai spekulasi miring seputar masa depannya dengan Chelsea, pelatih berusia 48 tahun tersebut mengaku tidak takut. Ia mengaku sangat wajar karena isu seperti ini adalah bagian dari resiko sebagai seorang manajer sepakbola.

“Jika Anda melihat langkah-langkah yang bisa Anda lihat dalam 14 tahun, 10 manajer telah dipecat dari klub ini. Pada saat yang sama ketika Anda yakin dengan pekerjaan Anda, saya sangat rileks. Saya tidak mengalami kekhawatiran semacam ini,” terang Conte, sebagaimana diberitakan Kamus Judi,

“Ini tidak sederhana, tapi Anda tahu bahwa saya hidup untuk pekerjaan ini dengan penuh semangat dan cinta yang besar. untuk ulasan ini terkadang saya mencoba melakukan yang terbaik untuk tim. Untuk para pemain dan penggemar. Untuk bermain setiap tiga hari sekali, bagi kami ini tidaklah sederhana. Kami harus berharap bisa membuat semua pemain kami tersedia,” tuntasnya.

post image

Berita Bola, Mourinho Puji Sanchez sebagai Pemain Serbabisa

Kehadiran Alexis Sanchez di dalam skuad Manchester United nyatanya menjadi kebahagiaan yang luar biasa bagi sang manajer, Jose Mourinho. Pasalnya, dengan kehadiran Sanchez tersebut, Mourinho bisa lebih leluasa menerapkan strateginya dan meracik komposisi pemain.

Seperti diketahui, sebelumnya Man United kerap kesulitan melakukan rotasi pemain. Seperti misalnya tidak ada yang mampu menjalankan peran sebagai winger kanan dengan cukup baik, begitu pun dengan posisi second striker yang tidak bisa dijalankan dengan sempurna.

Namun, setelah kedatangan Sanchez, Mourinho kini memiliki beberapa alternative tambahan untuk mengkreasikan formasinya. Manjer berjuluk The Special One itu menilai Sanchez mampu ditempatkan pada berbagai posisi di wilayah penyerangan dan menjalankan perannya dengan gemilang.

Mourinho mengaku telah melihat permainan Sanchez di berbagai tim dan menganalisis di posisi-posisi mana saja sang striker mampu berkontribusi maksimal. Menurutnya, pengalaman yang didapatkan Sanchez tersebut merupakan sesuatu yang sangat berharga.

[ Baca Juga – Kagumi Buffon, Pertanda Courtois Ingin Gabung Juventus? ]

Terlebih lagi, Sanchez telah malang melintang di berbagai liga yang juga pernah dilakoni Morinho. Sebut saja seperti Liga Italia, Spanyol, dan Inggris. Dengan kata lain, eks manajer Inter Milan itu pun percaya bahwa Sanchez akan mampu bermain sesuai dengan keinginannya karena telah merasakan atmosfer yang hampir sama.

“Di Liga Inggris, dia (Sanchez) telah menunjukkan kualitas yang dimilikinya. Kami mendapatkan salah satu pemain penyerang terbaik di dunia. Saya pikir dia sangat penting bagi kami karena kami ingin memiliki pemain terbaik,” jelas Mourinho, menyadur dari Kamus Judi.

“Karier kami hampir dibentuk di negara yang sama secara bersamaan, jadi saya mengenalnya dengan sangat, sangat baik. Saya melihat dia bermain di sisi kanan, di sisi kiri, sebagai striker, di belakang striker, ini adalah Alexis,” lanjut manajer yang akrab disapa Mou itu.

“Saya melihatnya bermain dalam sistem yang berbeda-beda, dengan filosofi berbeda dari manajer berbeda. Saya melihatnya sukses di setiap negara, dengan setiap manajer, dengan setiap sistem, dalam setiap posisi,” tuntas Mou.

post image

 

Berita Bola, Kagumi Buffon, Pertanda Courtois Ingin Gabung Juventus?

Penjaga gawang Chelsea, Thibaut Courtois, mengaku menjadikan kiper Juventus yakni Gianluigi Buffon sebagai idola. Kiper berpaspor Belgia itu ingin memiliki karisma, semangat dan kepribadian layaknya Buffon yang meraih banyak kesuksesan semenjak mentas bersama tim profesional pada 1994.

Tidak heran Courtois menjadikan Buffon sebagai role model. Buffon hampir meraih semua trofi prestisius yang ada. Sebut saja Liga Italia, Coppa Italia bareng Juventus hingga trofi Piala Dunia bersama Tim Nasional (Timnas) Italia. Bisa dibilang tinggal trofi Liga Champions yang hingga kini belum dapat dimenangi penjaga gawang berusia 39 tahun itu.

Karena itu, saat Belgia menghadapi Italia di Fase Grup Piala Eropa 2016, Courtois tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Penjaga gawang berusia 24 tahun itu mencuri ilmu yang dimiliki Buffon. Bahkan untung bagi Courtois, di akhir pertandingan, ia mendapat wejangan langsung dari Buffon.

“Gianluigi (Buffon) merupakan kiper yang sangat saya kagumi. Saya mengagumi karisma, semangat untuk menang dan juga kepribadiannya. Buffon adalah role model dan inspirasi saya,” kata Courtois mengutip dari Kamus Judi.

[ Baca Juga – Ince: Pemain Besar Dunia Akan Memilih Manchester United ketimbang Manchester City ]

“Di Chelsea saya dilatih Gianluca Spinelli (pelatih kiper), mantan pelatih Buffon di Timnas Italia. Kami sering membicarakan soal Buffon. Selain itu, saya takkan melupakan momen saat pertukaran baju dengan Buffon setelah laga Belgia vs Italia di Piala Eropa 2016. Saat itu saya mendapatkan wejangan bahwa saya diharuskan meneruskan apa yang sudah saya lakukan saat ini,” lanjut mantan kiper Atletico Madrid itu.

Akan tetapi, kata-kata di atas langsung memunculkan rumor yang mengatakan Courtois bersedia dijadikan suksesor Buffon di Juventus. Sekadar diketahui, Buffon akan pensiun dari dunia sepakbola di akhir musim 2017-2018.

Sebenarnya Juventus memiliki Wojciech Szczesny yang saat ini berstatus sebagai pelapis Buffon. Namun, kiper berpaspor Polandia itu dinilai tak cukup cakap untuk tampil reguler bersama Juventus. Karena itu, bukan tak mungkin Courtois-lah yang akan menjaga gawang Juventus per musim depan.

Apalagi, Courtois diisukan tak lagi betah membela Chelsea. Hal itu terindikasi dari keengganan Courtois menandatangani perpanjangan kontrak bersama Chelsea. Padahal, kontrak Courtois bareng Chelsea akan berakhir pada 30 Juni 2019.

post image

 

Berita Bola, Ince: Pemain Besar Dunia Akan Memilih Manchester United ketimbang Manchester City

Mantan gelandang Manchester United, Paul Ince, menegaskan bahwa pemain besar di dunia masih lebih memilih pindah ke Old Trafford, daripada bergabung dengan Manchester City. Hal tersebut ia ungkapkan di tengah berkembangnya isu kepindahan striker andalan Arsenal, Alexis Sanchez.

Sanchez merupakan pemain yang diburu oleh dua klub Manchester tersebut selama bursa transfer musim dingin Januari 2018. Awalnya The Citizens –julukan Manchester City- telah tertarik lebih awal setelah pelatih Josep Guardiola melihat ketajaman sang striker di atas lapangan hijau.

Namun Man United yang merasa kurang tajam di lini depannya, juga turut mengincar pemain berkebangsaan Cile tersebut sebagai target buruannya. Sanchez sendiri diperkirakan akan menyelesaikan transfernya dari Arsenal ke Man United setelah memberikan pertanda bahwa ia menolak ketertarikan Man City.

The Citizens juga terlihat tidak serius dalam upaya meminang sang pemain dasri Emirates Stadium. Ia tidak mau mengeluarkan dana yang lebih besar untuk bisa menandatangani Sanchez dengan status bebas transfer.

[ Baca Juga – Owen Sebut Keputusan Sanchez Berlabuh ke Man United adalah Kesalahan ]

“Semua orang membicarakan tentang Man City, tapi ketika sampai ke pilihan antara dua klub, Man United jauh lebih besar ketimbang Man City. Pemain akan lebih memilih untuk pindah ke Man United daripada memilih sisi Guardiola.

Pemain tidak akan pergi ke City karena mereka pikir mereka adalah klub yang lebih besar dan lebih bersejarah dibandingkan Man United. Beberapa mungkin mendapat kepuasan cepat untuk memenangkan liga musim ini. Tapi tahun-tahun sejarah dan sisi yang sedang dibangun Mourinho membuat sang pemain memilih menjadi bagian itu.

“Tandatangan ini akan menegaskan hal itu bahwa Sanchez memiliki kesempatan untuk masuk ke dalam tim di mana dia bisa memenangkan trofi. Tapi dia tidak bisa memilih untuk pergi ke United karena semua yang mereka inginkan dan hal tersebut lebih mengarah banyak tentang ukuran klub,”

 

post image

Berita Bola, Owen Sebut Keputusan Sanchez Berlabuh ke Man United adalah Kesalahan

Saga transfer Alexis Sanchez menuju Manchester United nampaknya bakal segera berakhir dalam waktu dekat ini. Terlebih setelah muncul sosok yang diduga Sanchez tengah melakukan swafoto dengan menggunakan jersey Man United bernomor punggung tujuh beberapa saat lalu.

Seperti diketahui, Sanchez akan habis kontraknya di Arsenal pada musim panas mendatang dan sang pemain kencang dikaitkan dengan kepergian dari Emirates Stadium pada bursa transfer musim dingin kali ini, dengan tujuan Old Trafford.

Kepindahan Sanchez sendiri menuju Man United tidak melibatkan uang sedikit pun. Akan tetapi sebagai gantinya, Man United harus merelakan Henrikh Mkhitaryan agar bergabung bersama Arsenal pada bursa transfer musim dingin 2018.

Meski disebut-sebut sebagai salah satu transfer cerdas yang dilakukan oleh Man United, nyatanya masih banyak yang meragukan kiprah Sanchez. Adalah mantan pemain Liverpool, Michael Owen, yang meragukan keputusan Sanchez berlabuh ke Man United.

[ Baca Juga – Rafinha Tiba di Inter untuk Jalani Tes Medis ]

Menurut Owen, Sanchez seharusnya lebih memilih untuk menerima tawaran bergabung dengan Manchester City ketimbang bermain di bawah asuhan Jose Mourinho.

“Saya tidak terlalu yakin dengan Jose Mourinho, dan bagaimana para penyerang kesulitan bermain di bawah asuhannya. Jika Anda lihat Josep Guardiola, dia banyak meningkatkan kualitas pemain sebagai contohnya adalah (Raheem) Sterling yang sukses ia kembangkan potensinya,” ucap Owen, seperti dirangkum dari Kamus Judi.

“Anda bisa ingat-ingat lagi semua penyerang yang pernah dimiliki Jose di beberapa tahun belakangan, saya kira tak banyak di antara mereka yang benar-benar berkembang menjadi pemain kelas dunia. Yang mana situasi berbeda justru terjadi di Man City,” tutup pria berusia 38 tahun itu.

post image

Berita Bola, Rafinha Tiba di Inter untuk Jalani Tes Medis

Gelandang Barcelona, Rafinha, diberitakan telah tiba di Milan, Italia untuk menuntaskan masa pinjamannya ke Inter Milan. Rafinha terlihat di tribun Giuseppe Meazza –markas Inter– untuk menyaksikan pertandingan Inter kontra AS Roma, sebagaimana diberitakan oleh Kamus Judi.

Pemain asal Brasil itu mendarat di Bandara Malpensa, Milan dengan disambut oleh banyak wartawan. Pewarta yang datang tentu bertanya mengenai perkembangan transfernya ke Nerazzurri –julukan Inter– sebagai pemain pinjaman.

Sayangnya, dari sejumlah pertanyaan yang dilontarkan oleh pewarta, Rafinha memilih untuk diam. Kabarnya kedatangan Rafinha ke Inter selain untuk menyaksikan laga kontra Roma, ia juga akan menjalani tes medis demi bisa bermain Liga Italia.

Jika memang lolos tes medis, Rafinha nantinya akan dikontrak hingga Juni 2021 oleh tim yang diarsiteki oleh Luciano Spalletti tersebut. Namun masa pinjaman ini memang hanya sebagai skenario belaka agar bisa mengunci status Rafinha.

[ Baca Juga – Arsenal Bungkam Crystal Palace 4-1 di Emirates Stadium ]

Inter sendiri akan mempermanenkan status Rafinha sebagai pemain resmi pada akhir musim 2017-2018. Inter sendiri telah menyiapkan total dana sebesar 35 juta euro atau sekira Rp571 miliar dengan tambahan 3 juta euro atau sekira Rp48 miliar.

Rumor kepindahan Rafinha ke Inter memang telah diamini oleh sang ayah yakni Mazinho. Bahkan Mazinho telah membeberkan alasan kepindahan sang anak dari Blaugrana –julukan Barcelona– ke Inter.

Alasan yang paling kuat adalah mengenai kesempata bermain yang terbilang cukup sedikit di Barcelona. Apalagi saat ini para pemain berlomba untuk bisa menunjukkan penampilan terbaik mereka agar bisa tampil di Piala Dunia 2018 untuk membela negaranya.

Di Barcelona sendiri, Rafinha telah mengemas 11 gol dari 79 penampilannya di semua kompetisi. Sayangnya di musim ini, ia hanya mencatatkan satu penampilan bersama Barca. Penampilan tersebut ia buat saat bertandang ke Espanyol di leg I Copa del Rey 2017-2018.

post image

Berita Bola, Arsenal Bungkam Crystal Palace 4-1 di Emirates Stadium

Arsenal sukses membungkam Crystal Palace di pekan ke-24 Liga Inggris 2017-2018 yang berlangsung di Kamus Judi. The Gunners –julukan Arsenal– berhasil tampil meyakinkan dengan skor akhir 4-1.

Meski tanpa Alexis Sanchez, Arsenal masih mampu menunjukkan keperkasaannya. Pada menit enam, Arsenal langsung membuat publik Emirates bergoncang. Nacho Monreal sukses mencetak gol pertama bagi Arsenal melalui sundulannya memanfaatkan umpan tendangan sudut dari Granit Xhaka. Skor berubah 1-0.

Tak berselang lama, kubu Arsene Wenger kembali menambah gol. Pada menit 10, Alex Iwobi berhasil menambah keunggulan bagi Arsenal. Gol kali ini lahir dari tembakan kerasa dari Iwobi setelah meneruskan umpan dari Monreal. Skor menjadi 2-0.

Setelah tiga menit berlalu, Arsenal kembali menambah gol dan membuat Palace semakin terpuruk di menit-menit awal. Gol ketiga kali ini lahir dari Laurent Koscielny melakukan tembakan dari jarak dekat. Lagi-lagi gol lahir dari umpan Monreal yang tampil gemilang pada pertandingan kali ini. Skor bertambah menjadi 3-0 untuk keunggulan tuan rumah.

[ Baca Juga – Conte Kritik Penggunaan VAR ]

Seakan belum puas, Arsenal terus melancarkan serangan. Pada menit 22, gol keempat bagi The Gunners kembali datang. Kali ini, gol lahir dari Alexandre lacazette yang memanfaatkan umpan apik dari Mesut Ozil. Tak ingin menyia-nyiakan, Lacazette mencetak gol lewat tembakan kaki kanannya. Skor berubah 4-0.

Keunggulan tersebut akhirnya berakhir di babak pertama. Memasuki babak kedua, Palace tak ingin gawangnya kembali kebobolan. Pada awal babak kedua, tim tamu selalu berinisiatif melakukan serangan. Sayang, bola-bola tersebut masih belum mampu menembus pertahanan Arsenal.

Gol yang ditunggu Palace pun datang di menit 78. Luka Milivojevic berhasil memperkecil ketertinggalan atas Arsenal. Gol yang memanfaatkan umpan tendangan sudut Christian Benteke itu akhirnya mampu merubah keadaan menjadi 4-1. Hingga peluit dibunyikan skor tak mengalami perubahan, Arsenal sukses mengemas tiga poin dari laga kandangnya kali ini.

post image

 

Berita Bola, Conte Kritik Penggunaan VAR

Pelatih Chelsea, Antonio Conte, mengkritik penggunaan sistem video assistant referee (VAR) dalam pertandingan di Inggris. Conte menilai penggunaan sistem baru yang diterapkan untuk membantu wasit ini harus segera diperbaiki agar bisa berjalan dengan baik.

Kritik ini disampaikan Conte setelah Chelsea melakoni laga lanjutan Piala FA menghadapi Norwich City pada Kamis 18 Januari 2018 dini hari WIB. Dalam laga tersebut, Chelsea meraih kemenangan lewat adu penalti, sebab hingga waktu normal dan perpanjangan waktu habis skor tetap bertahan 1-1.

Conte menilai Chelsea mendapat banyak kerugian karena penggunaan VAR yang tidak tepat dalam laga tersebut. Padahal, Graham Scott yang menjadi wasit dalam pertandingan itu membuat keputusan yang tidak semestinya. Namun, pengawas VAR dalam pertandingan tersebut, yakni Mike Jones, menilai tidak ada hal yang salah dari keputusan Scott, sehingga insiden yang terjadi tidak ditinjau ulang dalam VAR.

Keputusan Scott yang dinilai Conte tidak sesuai adalah kartu merah yang diberikan kepada Pedro dan Alvaro Morata saat perpanjangan waktu. Menurut Conte, kedua pemainnya tersebut tidak melakukan kesalahan fatal sehingga harus dikeluarkan dari lapangan.

Tak hanya itu, Conte juga menilai The Blues –julukan Chelsea– seharusnya mendapatkan beberapa penalti dalam laga tersebut. Namun, Scott tidak menggubris pelanggaran yang dibuat pemain Norwich terhadap penggawa Chelsea.

[ Baca Juga – Juventus Mengaku Gagal Dapatkan Luis Suarez ]

Salah satu penalti seharusnya didapatkan Chelsea atas pelanggaran yang dilakukan Timm Klose terhadap Willian. Namun, Scott menilai Klose tidak melakukan pelanggaran dan malah memberikan kartu kuning kepada Willian karena dinilai melakukan diving.

“Saya pikir kami perlu memperbaikinya jika ingin menggunakan sistem baru ini. Dalam pertandingan ini, ada insiden yang sangat jelas dialami Willian. Saya pikir insidennya sangat jelas dan saya menyaksikannya,” ujar Conte, sebagaimana dikutip dari Kamus Judi.

“Penonton yang menyaksikan laga ini pasti akan meragukan kartu kuning yang diberikan wasit kepada Willian. Sebab, memang ada tendangan ke Willian. Pada kasus ini, mereka seharusnya memberi tahu wasit bahwa tidak ada pelanggaran yang dilakukan Willian,” lanjut Conte.

Meski kecewa dengan hasil pertandingan tersebut, Conte tetap menghargai dan menerima keputusan yang diberikan Scott selama pertandingan berlangsung. Namun, ia berharap ada koreksi besar yang dilakukan penyelenggara terhadap penggunaan sistem VAR dan juga wasit agar keduanya bisa bekerja dengan baik.

1 2