Month: November 2017

post image

Berita Bola, Masa Depan Wilshere di Arsenal Masih Abu-Abu, Begini Komentar Wenger

Masa depan Jack Wilshere bersama Arsenal memang belum jelas kelanjutannya. Padahal kontrak Wilshere sendiri bersama klub berjuluk The Gunners tersebut bakal kadaluwarsa pada musim panas tahun depan.

Situasi tersebut pun memunculkan sejumlah rumor yang mengait-kaitkan masa depan Wilshere di Arsenal. Banyak yang menilai Wilshere bakal dilepas secara Cuma-Cuma oleh manajemen Arsenal, ada juga yang percaya bahwa ia bakal tetap bertahan di Emirates Stadium.

Mengetahui kondisi tersebut lantas mendapatkan komentar langsung dari manajer Arsenal sendiri, yakni Arsene Wenger. Wenger berujar bahwa dirinya tak ingin terlalu terburu-buru memperpanjang kontrak Wilshere, lantaran ingin melihat sang pemain mampu tampil sesuai ekspektasinya di musim ini atau tidak.

[ Baca Juga – Koscielny: Kemenangan Lawan Burnley Lebih Penting ketimbang Lawan Tottenham ]

“Bagi diri Jack, ini hanya tentang menjadi fit dan dianggap seperti pemain lain di skuad. Ia berada di level itu sekarang dimana setiap kesempatan adalah kesempatan bagus baginya untuk berkomitmen pada masa depannya yang panjang,” ucap Wenger, seperti disadur dari Kamus Judi.

“Saya tidak memikirkan jangka panjang. Baginya saya selalu mempertimbangkan ketertarikannya karena ia adalah pemain Arsenal sejak masih kecil dan saya memikirkan apa yang terbaik untuknya, terlepas dari keputusan yang saya putuskan,” sambung manajer berkebangsaan Prancis itu.

“Jika saya pikir itu benar dan untuk kepentingan terbaik baginya untuk bertahan di sini, maka saya harus berjuang 100% agar ia tetap di sini. Sebab ia orang yang berkualitas dan sudah fit kini. Bila Anda memiliki pemain berkualitas terbaik, yang Anda inginkan adalah bagi mereka untuk tetap bertahan,” tuntasnya.

post image

Berita Bola, Koscielny: Kemenangan Lawan Burnley Lebih Penting ketimbang Lawan Tottenham

Centre-back Arsenal, Laurent Koscielny, meyakini kalau kemenangan melawan Burnley dalam lanjutan Liga Inggris 2017-2018 akhir pekan lalu, lebih penting ketimbang memenangkan laga derby London melawan Tottenham Hotspur pada dua pekan lalu.

Arsenal yang mengalahkan Spurs 2-0 di Emirates Stadium, menang tipis 1-0 di Turf Moor sehingga mengerek mereka ke peringkat empat papan klasemen Liga Inggris 2017-2018 dan berselisih satu poin dari peringkat ketiga Chelsea.

“Saya kira pertandingan melawan Burnley itu sangat penting, lebih penting ketimbang pertandingan melawan Tottenham. Kami menang di kandang mereka, ini laga yang sangat sulit apalagi dengan performa Burnley yang luar biasa di musim ini,” kata Koscielny seperti dilansir Kamus Judi.

[ Baca Juga – Messi Sebut Pemain Ini Bisa Gantikan Dirinya dan Ronaldo Raih Ballon d’Or

Arsenal tak pernah kebobolan dalam lima pertandingan liga terakhir, ketika pada lima laga itu Shkodran Mustafi, Nacho Monreal dan Koscielny diturunkan bersamaan di barisan pertahanan.

Di markas Burnley, Arsenal benar-benar dipaksa bekerja ekstra keras untuk mengamankan raihan poin penuh. The Gunners harus menunggu hingga menit 90+2 untuk mendapatkan gol kemenangan mereka, itupun via tendangan penalti Alexis Sanchez.

Arsenal sendiri bakal menjamu Huddersfield Town pada laga pekan ke-14 Liga Inggris 2017-2018, Kamis 30 November 2017 dini hari WIB.

post image

 

Berita Bola, Messi Sebut Pemain Ini Bisa Gantikan Dirinya dan Ronaldo Raih Ballon d’Or

Dalam satu dekade terakhir nama megabintang Barcelona, Lionel Messi, dan megabintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, selalu menghiasi daftar tiga besar nominasi Ballon d’Or. Bahkan dua nama tersebut secara bergantian menjadi peraih trofi tersebut dalam sembilan tahun terakhir.

Tak ayal banyak pihak yang menyebut Messi dan Ronaldo merupakan dua pesepakbola terbaik di dunia yang pernah ada. Bahkan, hingga saat ini belum ada seorang pesepakbola pun yang berhasil menggeser hegemoni Messi dan Ronaldo.

Meski sudah tak lagi berusia muda, namun peran Messi dan Ronaldo masih berdampak sangat besar terhadap tim yang dibelanya. Kendati begitu, tak bisa dimungkiri bahwa pada masanya, kedua nama itu pada akhirnya akan menepi pula.

[ Baca Juga – Belum Terkalahkan di Liga Inggris 2017-2018, Lampard: Terlalu Cepat Melabeli Man City sebagai Juara ]

Messi sendiri pun tak meragukan hal tersebut. Kapten Timnas Argentina itu bahkan tak ragu menyebutkan beberapa nama pemain yang dinilainya bisa menggeser dominasinya dan Ronaldo serta menggondol trofi Ballon d’Or.

Nama-nama yang disebutkan Messi adalah rekan setimnya sendiri, Luis Suarez, serta dua penggawa Paris Saint-Germain, yakni Neymar da Silva dan Kylian Mbappe. Menurutnya, tiga nama tersebut memiliki potensi besar untuk dapat memenangkan Ballon d’Or lantaran kualitas yang dimiliki ketiganya.

“Terdapat banya pemain hebat saat ini yang bisa memenangkan Ballon d’Or. Dalam beberapa tahun hanya terdapat dua pemain, namun sekarang para pemain seperti Neymar, Kylian Mbappe, dan Luis Suarez bisa berkompetisi untuk memenangkan penghargaan itu,” ungkap Messi, menyadur dari Kamus Judi.

post image

Berita Bola, Belum Terkalahkan di Liga Inggris 2017-2018, Lampard: Terlalu Cepat Melabeli Man City sebagai Juara

Mantan pemain Chelsea, Frank Lampard merasa masih terlalu cepat untuk melabeli Manchester City calon peraih gelar Liga Inggris 2017-2018. Pria berpaspor Inggris itu merasa masih ada banyak kemungkinan yang akan terjadi mengingat musim 2017-2018 baru saja bergulir.

Meski begitu, Lampard tidak menampik bahwa penampilan Man City di musim ini sangat luar biasa. Ia bahkan yakin The Citizens –julukan Man City– akan menjadi salah satu kandidat kuat peraih gelar juara jika mampu menjaga konsistensi.

Man City memang tampil luar biasa di Liga Inggris 2017-2018. Skuad asuhan Josep ‘Pep’ Guardiola menjadi satu-satu klub yang belum pernah menelan kekalahan di liga domestik.

[ Baca Juga – Dikalahkan Arsenal 2-0, Pochettino Masih Tak Terima! ]

Hasilnya, Man City saat ini bertengger di posisi puncak klasemen sementara Liga Inggris dengan raihan 34 poin. The Citizens unggul sembilan angka dari pesaing terdekatnya, Manchester United.

“Saya pikir masih terlalu cepat (menyebut Man City sebagai calon kuat juara Liga Inggris 2017-2018). Jika mereka mampu mempertahankan permainan mereka seperti saat ini, tentu mereka akan menjadi salah satu kandidat kuat peraih gelar juara,” ujar Lampard, seperti dilansir dari Kamus Judi.

“Memang ada potensi, tapi ini masih awal musim dan ada banyak hal yang mungkin terjadi. Ada banyak tim hebat yang harus dilawan di Liga Inggris, bukan hanya Chelsea era Jose Mourinho atau Man United era Alex Ferguson. Mereka sangat kuat, jadi Man City harus membuktikan diri mereka,” jelas pria 39 tahun tersebut.

post image

Berita Bola, Dikalahkan Arsenal 2-0, Pochettino Masih Tak Terima!

Manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, masih tidak terima dengan hasil laga Derby London melawan Arsenal pada Sabtu 18 November 2017. Pasalnya, gol pertama yang dicetak The Gunners –julukan Arsenal-  berbau offside.

Ya, Spurs harus menelan kekalahan 2-0 dari Arsenal. Adapun pencetak gol di laga tersebut adalah Skhodran Mustafi (36’) dan Alexis Sanchez (41’). Namun, Pochettino melihat proses gol yang dibuat Mustafi offside karena berada lebih dulu di depan saat Mesut Ozil mengirimkan bola lewat sepakan bebas.

Harry Kane dan kolega memang tampil begitu bagus di awal babak pertama. Bahkan, Spurs lebih banyak melakukan serangan ke daerah pertahanan milik Arsenal. Namun, Pochettino melihat wasit Mike Dean membuat keputusan yang salah hingga menguntungkan tim tuan rumah.

“Apabila Anda menganalisa pertandingan sampai kami kebobolan pada menit 36’, kami bermain dengan baik. Kami lebih baik dari mereka tapi pada akhirnya terdapat kesalahan besar seperti ini (offside),”ungkap Pochettino seperti dikutip dari Kamus Judi.

[ Baca Juga – Kalah 4-1 dari Manchester United, Benitez Sesalkan Gol Ke-2 Tim Tuan Rumah ]

Gol Mustafi membuat jalannya pertandingan begitu berbeda. Pelatih asal Argentina itu menambahkan kalau mental bertarung anak asuhnya sudah tak bagus lagi, hingga akhirnya kebobolan lagi oleh gol yang dicetak Alexis.

“Pada akhirnya bukan hanya satu kesalahan, tapi dua kesalahan. Itu bukan pelanggaran tapi offside. Sangat jelas. Pada saat itu semua rencana kami berubah dan begitu mempengaruhi tim, kemudian kami kebobolan 2-0 dan bangkit dari laga seperti ini selalu sulit,” tambahnya.

Atas kekalahan dari Arsenal, kedudukan Tottenham di klasemen sementara Liga Inggris tak berpengaruh. Mereka masih berada di peringkat empat dengan23 poin,  sementara Arsenal di posisi enam dengan raihan 22 angka.

post image

Berita Bola, Kalah 4-1 dari Manchester United, Benitez Sesalkan Gol Ke-2 Tim Tuan Rumah

Manajer Newcastle, Rafael Benitez, menyesali timnya menelan kekalahan 4-1 dari Manchester dalam laga lanjutan Liga Inggris. Menurutnya, gol kedua Setan Merah mengubah alurnya laga secara keseluruhan.

Ya, Dwight Gayle berhasil membawa keunggulan bagi The Toon Army pada menit 14’. Namun, Man United mampu membalas lewat aksi Anthony Martial di menit 23’. Tak berhenti disitu, jelang akhir babak pertama pasukan Jose Mourinho unggul lewat Chris Smalling, keunggulan 2-1 membuat mental tim tuan rumah naik.

Tak ayal, pada babak kedua, Man United kembali mencetak angka lewat Paul Pogba (54’) dan Romelu Lukaku (70’). Benitez pun menyayangkan keunggulan yang dilakukan anak asuhnya tak bertahan lama. Dirinya menilai kalau Newcastle tampak kalah kelas dari Manchester Merah.

[ Baca Juga – Sempat Ditunjuk De Rossi untuk Dimainkan, Begini Tanggapan Insigne ]

“Kami tahu penting saat meraih hasil imbang di babak pertama, kami begitu bagus. Namun, kami dikejutkan oleh gol kedua mereka (Man United), itu membuat kami sulit di babak kedua,”ujar Benitez mengutip dari Kamus Judi.

“Sederhana dan sangat jelas, Anda bisa lihat kualitas mereka yang mengeluarkan dana besar, para pemainnya membuat perbedaan,” tambahnya.

Kekalahan ini menjadi yang ketiga secara berurutan untuk Newcastle. Namun, Benitez melihat ada perkembangan yang dilakukan oleh Jamaal Lascelles dan kolega.

“Kami tahu kekuatan dan kelemahan kami. Hari ini merupakan pertandingan yang yang baik, namun saat mereka mencetak gol kedua itu begitu sulit bagi kami,”tuntas pria asal Spanyol tersebut.

post image

Berita Bola, Sempat Ditunjuk De Rossi untuk Dimainkan, Begini Tanggapan Insigne

Sebuah insiden sempat terjadi di bangku cadangan Timnas Italia kala skuad Gli Azzurri berhadapan dengan Timnas Swedia dalam pertandingan leg kedua playoff Piala Dunia 2018. Dalam laga yang berakhir tanpa gol tersebut, gelandang Timnas Italia, Daniele De Rossi, sempat menolak ketika diminta untuk bertanding dari bangku cadangan.

De Rossi bersikeras tak mau menuruti arahan pelatih Timnas Italia, Gian Piero Ventura, untuk bertanding dan justru menunjuk kea rah rekan satu timnya, Lorenzo Insigne. Selepas pertandingan, gelandang 34 tahun itu menjelaskan bahwa saat itu ia hanya berpikir bahwa akan lebih baik memainkan Insigne ketimbang dirinya.

Gelandang milik AS Roma itu membeberkan alasannya, bahwa menurutnya saat itu Italia butuh memenangkan pertandingan. Maka dari itu, menurut De Rossi akan lebih baik memainkan Insigne yang berposisi sebagai penyerang, ketimbang dirinya yang berposisi gelandang bertahan.

[ Baca Juga – Bakal Panas, Kevin Strootman: Derby della Capitale Selalu Spesial ]

Menanggapi pernyataan De Rossi tersebut, Insigne pun akhirnya angkat bicara. Striker milik klub Napoli itu mengucapkan rasa terima kasihnya kepada De Rossi karena telah percaya kepadanya, meskipun pada akhirnya Insigne tetap tidak bertanding.

Striker 26 tahun itu menerangkan bahwa sebenarnya ia tidak mempermasalahkan siapa yang dipilih untuk bertanding. Insigne bahkan tak akan berkeberatan apabila dirinya tidak diaminkan atau bertanding meski waktu hanya tersisa satu menit.

“Ini tidak masalah mengenai siapa yang bermain, keputusan harus selalu diterima. Saya bahkan akan tetap turun ke lapangan jika saya diminta bermain meski hanya satu menit,” jelas Insigne, seperti diberitakan Kamus Judi.

“Saya berterima kasih kepada Daniele karena dia melakukan sesuatu yang hebat, saya mengatakan kepadanya bahwa dia seperti pemimpin yang sebenarnya, yang ingin membantu tim,” lanjut Insigne.

post image

Berita Bola, Bakal Panas, Kevin Strootman: Derby della Capitale Selalu Spesial

Laga bertajuk Derby della Capitale akan berlangsung pada Minggu 19 November 2017. Dua tim ibu kota AS Roma dan Lazio bakal bentrok, pertandingan kedua tim ini dikenal begitu panas di Italia.

Roma dan Lazio mengalami tren positif, tak seperti musim lalu mereka sempat mengalami masalah konsistensi. Namun, musim ini keduanya belum pernah mengenyam kekalahan dalam lima laga terakhir.

Karena itu, gelandang AS Roma, Kevin Strootman tak sabar untuk ambil bagian dalam laga derby. Menurutnya, laga melawan Lazio begitu spesial karena memiliki gangsi tersendiri.

“Derby merupakan laga yang spesial. Musim ini baik Lazio dan Roma telah melakukannya dengan baik. Ini akan menjadi sebuah tantangan utama,”kata Strootman mengutip dari di Kamus Judi.

[ Baca Juga – Punya Rekor Tak Terkalahkan dalam Semusim di Liga Inggris, Wenger: Manchester City Tak Bisa Saingi Arsenal ]

Mengenai jalannya pertandingan, Strootman menilai tak ada tim favorit dalam sebuah laga derby. Dirinya melihat kalau tim yang bermain dengan baik, tentu akan mendapatkan hasil.

“Tak ada favorit, kita akan lihat siapa yang lebih baik pada akhir pekan dan siapa yang mengambil tiga poin itu,”tuntas pemain berusia 27 tahun tersebut.

Saat ini Lazio berada di posisi keempat klasemen Liga Italia dengan 28 poin dari 11 laga. Sementara Giallorossi –julukan Roma- tertinggal satu poin dari sang rival.

post image

Berita Bola, Punya Rekor Tak Terkalahkan dalam Semusim di Liga Inggris, Wenger: Manchester City Tak Bisa Saingi Arsenal

Arsenal memiliki rekor tak terkalahkan dalam semusim di pentas Liga Inggris. The Gunners -julukan Arsenal- memiliki rekor tidak terkalahkan sebanyak 13 laga pada musim 2001-2002 dan 14 kemenangan beruntun di musim 2002-2003.

Melihat catatan impresif tersebut, Manchester City bertekad melampaui rekor kemenangan Arsenal. Klub berjuluk The Citizens itu tampil impresif di awal musim 2017-2018 lantaran memuncaki klasemen sementara dengan raihan 31 poin dari 11 pertandingan.

Pelatih Arsenal, Arsene Wenger mengatakan dirinya tidak yakin Man City dapat menyaingi rekor kemenangan tim asuhannya dalam semusim. Meski begitu, ia tetap menyebut The Citizens sebagai klub yang hebat.

[ Baca Juga – Tumbang di Playoff Piala Dunia 2018, Diakui Barzagli Lebih Menyesakkan ketimbang Gugur di Euro 2016 ]

“Manchester City adalah klub yang hebat, namun bukan berarti mereka tidak dapat dihentikan. Orang-orang selalu ingin memprediksi dan menyamakan apa yang terjadi antara klub yang satu dengan klub yang lainnya,” kata Wenger, mengutip dari Kamus Judi.

“Saya tidak lebih tahu dari mereka. Mungkin Manchester City, mungkin juga tidak. Namun hingga saat ini, hanya ada satu klub yang mampu melakukannya, yaitu Arsenal,” ujarnya.

Saat ini, Arsenal masih berada di peringkat enam klasemen sementara Liga Inggris 2017-2018. The Gunners telah mengumpulkan 19 poin dari enam kali menang, sekali imbang, dan empat kalah.

post image

Berita Bola, Tumbang di Playoff Piala Dunia 2018, Diakui Barzagli Lebih Menyesakkan ketimbang Gugur di Euro 2016

Kekecewaan tengah dirasa oleh publik Italia dan juga para penggawa Timnas Italia lantaran negara mereka gagal mendapat tiket untuk berlaga di Piala Dunia 2018. Pasalnya, pada laga playoff, skuad Gli Azzurri harus tersingkir di tangan Timnas Swedia dengan agregat 0-1.

Menanggapi kondisi tersebut, bek Timnas Italia, Andrea Barzagli, mengaku sangat kecewa dengan hasil yang didapatnya. Sebagai seorang yang telah malang melintang di dunia sepakbola dan memenangkan berbagai gelar bergengsi, disingkirkan oleh Swedia di babak playoff Piala Dunia, disebutnya sebagai pukulan terbesar.

Bagaimana tidak, bersama Timnas Italia, Barzagli turut menjadi bagian kala mereka menjuarai Piala Dunia 2006 yang dihelat di Jerman. Pada turnamen tersebut, Italia tampil impresif dan merupakan tim yang paling sedikit kebobolan, hingga akhirnya melaju ke partai puncak dan mengalahkan Timnas Prancis melalui drama adu penalti.

[ Baca Juga – Tak Pernah Dapat Panggilan Bela Timnas Prancis, Benzema Pesimis Tampil di Piala Dunia 2018 Rusia ]

Diakui oleh Barzagli, tumbang di babak playoff Piala Dunia lebih menyakitkan ketimbang saat mereka disingkirkan Jerman di babak perempatfinal dalam gelaran Piala Eropa 2016. Menurutnya, saat itu Italia telah tampil dengan cukup cemerlang dan hanya kalah karena kurang sedikit keberuntungan.

Pada saat itu, dengan skuad yang dapat dikatakan seadanya, Italia mampu tampil menggebrak. Berbeda dengan kondisi saat ini, di mana permainan Italia tidak berkembang, bahkan harus gugur saat Piala Dunia yang sebenarnya belum dimulai.

“Setiap orang memiliki perasaan masing-masing, tapi ini sangat sulit untuk diterima sekarang. Setidaknya pada Piala Eropa 2016 kami menangis karena kami sudah sangat dekat dengan partai puncak, tapi saat ini tidak bisa lolos kualifikasi adalah pukulan berat untuk seluruh karier saya,” jelas Barzagli, mengutip dari Kamus Judi.

1 2 3